POJOKSATU.ID - Jalan raya Bojongsoang di Kabupaten Bandung terlihat tak lagi seperti sebuah jalan, melainkan parkiran panjang kendaraan saat jam sibuk.

Di atas aspal, pengendara merasakan waktu untuk Kabupaten Bandung bagian Bojongsoang berhenti, padahal bumi sebenarnya terus berputar.

Jika ingin mengasah kesabaran, cobalah untuk melewati jalan raya Bojongsoang dengan kendaraan saat jam sibuk.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH! Ada 4 Kategori Guru yang TPG Triwulan III akan Dicairkan pada Bulan Oktober Ini!

Warga setempat bahkan punya quote favorit yang tercipta ketika melihat kemacetan di kampung halaman tercintanya.

"Jangan ajari aku kesabaran, karena aku warga Bojongsoang," tulis seorang netizen di kolom komentar akun Instagram @infobojongsoang.

Jalur utama penghubung Bandung selatan dan pusat kota ini memang sudah lama dikenal sebagai salah satu titik kemacetan paling kronis di wilayah Bandung Raya.

Baca Juga: Tragedi Ponpes Al Khoziny Ungkap Masalah Serius, Ribuan Bangunan Pesantren Tak Miliki Izin PBG

Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mencatat total kendaraan yang melintasi ruas jalan Bojongsoang lebih dari 4.600 unit.

Menurut pengakuan pengendara yang jadi pelanggan setia jalan ini, kemacetan terjadi dari pukul 6 pagi hingga 9 pagi dan pukul 4 sore sampai 7 malam.

Ketika terjadi kemacetan kronis, perjalanan yang seharusnya memakan waktu 30 menit, bisa menjadi 3 sampai 5 jam.

Baca Juga: 4 Syarat Wajib agar PPPK Paruh Waktu Bisa Naik Status Jadi Penuh Waktu Tahun 2026

Kemacetan di Bojongsoang bukan perkara volume kendaraan yang terus bertambah, tapi jalur utama tidak dibiarkan bernapas karena terus menampung arus dari perumahan baru dan jalan kecil.

Pemerintah setempat seolah lupa menambah ruang gerak, padahal izin pembangunan perumahan terus digenjot, sehingga menciptakan simpang baru.

Arus lalu lintas akan semakin parah ketika hujan lebat turun yang membuat jalan raya jadi tempat penampungan air hujan.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Buka Peluang Bagi yang Ingin Memanfaatkan Tanah Negara

Ironisnya, warga Bojongsoang justru lebih disiplin, mereka antre di jalan dengan sabar, bahkan berinisiatif mengatur arus di persimpangan yang padat.

Sementara itu, pemerintah setempat lebih sering muncul di rapat ketimbang di lapangan, mungkin menganggap macet adalah hal wajar.

Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna telah mengusulkan pembangunan fly over ke Pemprov Jabar era Ridwan Kamil sebagai solusi mengurai kemacetan.

Baca Juga: Siswa Seskoad Kunjungi Kejari Karawang Bahas Sinergi Dukung Program MBG

"Prinsipnya, usulan kami yang tempo hari itu disetujui oleh Pemprov Jawa Barat," kata Dadang Supriatna saat ditemui di Baleendah, 12 April 2023.

Dengan anggaran daerah yang terbatas, Dadang Supriatna juga telah meminta bantuan pada Kementerian Pekerjaan Umum.

Hingga kini, belum ada pembangunan fisik yang terlihat, karena masih dalam kajian yang belum rampung diselesaikan.

Baca Juga: Evakuasi Ponpes Al Khoziny Selesai, 171 Korban Ditemukan, Fokus Bergeser ke Proses Hukum

Solusi pembangunan fly over di Bojongsoang dianggap oleh sebagian warga sekadar jadi obat penenang.

Sejumlah pengamat lalu lintas mengatakan seharusnya Pemda Bandung melihat akar masalah utama kemacetan di Bojongsoang.

Tanpa adanya penataan ulang akses perumahan dan jalan alternatif, kemacetan itu hanya akan berpindah ke bawah fly over.

Baca Juga: Kode 16 Jadi 07, Sinyal Pencairan TPG TW3 Semakin Dekat!

Banyak simpang kecil yang masih semrawut dan pembangunan perumahan tanpa adanya kajian lalu lintas.

Selama pemimpinnya masih diam melihat proyek instan, bukan pada tata kelola jangka panjang, maka kemacetan di Bojongsoang mustahil diselesaikan.

Bukan cuma kendaraan yang berhenti di Bojongsoang, kebijakan juga ikut-ikutan diam di tempat, hanya janji pemimpinnya yang bergerak maju tanpa hambatan.***