POJOKSATU.id - Postingan di media sosial adanya dugaan penganiayaan terhadap masyarakat, yang dalam narasi di video yang beredar di medsos bahwa korban dianiaya oleh orang orang dari peserta kampanye saat hari Minggu, di lapangan tegalega yang dilaksanakan oleh PDIP dan Capres Ganjar Pranowo.

Tiga orang yakni dua laki laki dan satu orang perempuan menjadi korban penganiayaan, diduga dianiaya peserta kampanye.

PDIP Jabar langsung merespon adanya tiga warga di Kota Bandung yang mengaku pendukung dari paslon nomor urut 02, diduga telah menjadi korban pengeroyokan oleh massa dari paslon 03.

Baca Juga: Polda Sumut Beberkan Bupati Madina, Wakil Bupati dan Sekda Sudah Diperiksa Dugaan Suap PPPK 2023, Ini Kapasitasnya

Mereka pun menderita luka di wajahnya dan meminta tanggung jawab dari PDIP sebagai pendukung paslon 03.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono, mengaku pihaknya sedang mencari keberadaan para korban untuk mengetahui kronologis sebenarnya dari kejadian tersebut.

"Kami sedang cari korban yang bersangkutan dan ingin mengetahui kronologis sebenarnya yang terjadi," kata dia melalui pesan singkat pada Selasa (23/1).

Baca Juga: Kecelakaan di Puncak Bogor Terjadi di Tikungan Yang Tajam, Seluruh Korban Sudah Dievakuasi

Informasi sementara yang diterimanya, menurut Ono, peristiwa itu dipicu para korban yang tiba-tiba berteriak nomor dan nama paslon 02 ke arah kerumunan massa nomor urut 03.

"Info awal, yang bersangkutan teriak-teriak nomor dan nama paslon lain di kerumunan massa kampanye," ucap dia.

Maka dari itu, Ono menilai perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut soal ada atau tidaknya unsur kesengajaan yang dilakukan korban untuk memancing emosi massa dan menimbulkan situasi tidak kondusif.

Baca Juga: DPW ASPRUMNAS Jawa Barat Jalin Kerjasama Erat dengan Bank BTN untuk Penyaluran KPR 2024

"Sehingga yang perlu dicermati apakah yang bersangkutan ada pengondisian untuk memancing suasana tidak kondusif dan menyulut emosi peserta kampanye sehingga terjadi keributan dan terjadi dugaan pemukulan itu," ucap dia.

"Kami pun ingin mengetahui bila dia dipukul oleh oknum, siapa yang memukul, di mana kejadiannya," lanjut dia.

Di media sosial instagram dan tiktok korban sempat memvideokan luka-luka yang diderita. Seorang pria yang memakai helm dan mengaku sebagai pendukung Prabowo meminta tanggung jawab PDIP.

Baca Juga: Kemenhub: BRT Bandung Raya Ditarget Beroperasi di Pertengahan 2024

Dalam narasi yang tertulis di media sosial, peristiwa dugaan pengeroyokan itu bermula ketika korban hendak pulang dari arah Jalan Sriwijaya ke Jalan Pasirkoja, Minggu (21/1).

Setibanya di Jalan Inggit Garnasih, kendaraan mereka tersendat karena macet. Tak dijelaskan jenis kendaraan yang dipakai korban. Namun, saat di tengah kemacetan itu, ada satu bus yang berisi sejumlah penumpang mengacungkan tiga jari ke arah korban.

Korban pun membalasnya dengan mengacungkan dua jari. Para penumpang yang ada di dalam bus kemudian langsung keluar dan mengeroyok korban. ***