Kota Bandung, POJOKSATU.id - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi konten warga kota Bandung yang menyoroti proyek pembangunan BRT di jalan Cicadas. Pasalnya sebuah ambulan terhambat karena adanya proyek tersebut.

"Ya, saya juga sudah melihat sebuah konten yang sangat bagus sebetulnya, menunjukkan sebuah ambulans yang jadi terhambat karena adanya pekerjaan BRT di Cicadas di tengah jalan. Maka semua konten tersebut akan menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung. Saya pun secara pribadi memperhatikan, karena kan ingat ya, saya ini dari sejak bulan Februari 2026 sudah menyatakan, saya pokoknya akan galak soal BRT," tegas Farhan.

"Saya akan keras lah ya kepada para pelaksana BRT agar memastikan BRT tidak kemudian justru tujuannya untuk memperlancar transportasi malah jadi menghambat," ujarnya lagi.

Semua permasalahan itu kata dia akan dikumpulkan untuk kemudian dikonsultasikan langsung dengan para pelaksana program BRT. Dalam seminggu ke depan, Farhan akan meminta agar tim BRT memberikan sosialisasi tentang proyek-proyek yang sedang dan akan dikerjakan.

"Cicadas sudah, Jalan Jakarta sudah, berikutnya Ahmad Yani, berikutnya lagi Asia Afrika, dan kemudian Jenderal Sudirman, Jalan Rajawali, itu juga lagi ada masalah. Selanjutnya ke Pasar Baru, Abdi teu kabayang éta siga kumaha. Maka sosialisasi itu akan dilakukan," imbuhnya

Farhan berharap pihak terkait sebelum pengerjaan melakukan sosialisasi kepada masyarakat seperti dilakukan Pemkot Bandung melakukan kepada masyarakat yang terdampak langsung pembangunan tersebut, yaitu kepada para PKL.

"Contohnya PKL di Cicadas.. Berikutnya kami akan menuju ke para PKL di Kebon Jati, dan selanjutnya tentu di seputaran antara Pasar Andir, perbatasan kota, sampai ke Pasar Ciroyom. Itu sih sudah berjalan dengan baik. Tetapi sosialisasi tentang proyek BRT yang menimbulkan kemacetan, nah ini masih jadi pekerjaan rumah untuk kita lakukan bersama," tuturnya.

Farhan pun menyampaikan bukan tidak mendukung BRT, tapi ingin memastikan sebagai kepala daerah terkait pembangunan BRT pihaknya akan galak agar tidak merugikan warga Kota Bandung.

Begitupun pembangunan BRT di Ledeng, kata Farhan pihak terkait harus melakukan sosialisasi dan pendekatan.

"Toh apa yang terjadi di Cicaheum dan Leuwi Panjang juga tidak berbeda jauh. Maka kita harus lakukan pendekatan yang sama," tutupnya.