POJOKSATU.id - Seorang siswa kelas 1 SD di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga mengalami trauma setelah ditampar oleh gurunya saat berkelahi dengan teman sekelasnya.

Akibat kejadian tersebut, siswa tersebut enggan untuk kembali ke sekolah.

Lina, ibu dari korban, melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Tasikmalaya.

"Ironi lah, merasa tersinggung dan merasa disepelekan juga, anggap enteng dari pihak sekolah. Bahkan anak sampai sekarang tidak mau sekolah," ungkap Lina, Jumat (8/11/2024).

Menurut Lina, anaknya sudah tidak masuk sekolah selama delapan hari karena ketakutan atas kejadian tersebut.

Baca Juga: Viral Guru OGAH NEGUR, Takut DIPOLISIKAN, Guru Cuek Jadi Tren, Profesi Guru Jadi Rentan, Dimana Aturan PERLINDUNGAN Berada?

"Sudah 8 hari tak sekolah, dan kemarin sempat mau sekolah itu pun dari hasil bujukan kami dan susah awalnya, tapi sekarang tidak sekolah lagi," jelasnya.

Sudah Meminta Maaf

Kejadian penamparan ini terjadi pada Selasa (29/10/2024), saat anaknya bertengkar dengan teman. Seorang guru yang merupakan guru olahraga diduga menampar anaknya.

"Jadi, setelah kejadian itu, anak saya tidak langsung menangis, ia pergi ke kantin dan menangis sendirian, lalu ditemani oleh temannya," tambah Lina.

Lina dan suaminya akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polres Tasikmalaya keesokan harinya.

"Awalnya kami tidak ingin sejauh ini, tapi karena tidak ada itikad baik dari pihak sekolah, akhirnya kami melapor ke polisi pada 30 Oktober, sehari setelah kejadian," katanya.

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah belum pernah mengunjungi rumah mereka untuk menyampaikan permohonan maaf.

Dalam kesempatan lain, Lina mengungkapkan kekecewaannya karena anaknya sempat dipertemukan kembali dengan guru yang diduga menamparnya, tanpa izin dari pihak keluarga.

Baca Juga: Guru Supriyani TARIK KEMBALI Kesepakatan DAMAI, Merasa Masih DALAM TEKANAN, Poin Kesepakatan Perdamaian Juga Tidak Ada

"Ternyata si anak dipertemukan dengan oknum guru bahkan ada videonya, saya juga tahu dari KPAID video itu disebar oleh kepsek," keluh Lina.

Lina berharap ada tindakan tegas yang dapat memberi efek jera kepada pelaku agar insiden serupa tidak terulang.

Pihak sekolah akhirnya memberikan tanggapan atas insiden ini. Kepala SDN Cipakat, Aam Amelia, menyatakan bahwa guru olahraga yang diduga melakukan penamparan telah meminta maaf tiga kali kepada keluarga korban.

"Saat itu, kami langsung menemui mereka bersama Pak Eman (guru tersebut)," kata Aam, Jumat (8/11/2024).

Tidak Sengaja

Aam menjelaskan bahwa pihak sekolah telah berusaha melakukan mediasi soal kabar murid ditampar guru, namun keluarga korban tetap memilih untuk melanjutkan laporan ke kepolisian.

"Lapor ke polres itu hak mereka, yang penting pihak sekolah sudah melakukan mediasi dan meminta maaf atas tindakan yang khilaf dari guru tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Dokter Forensik Sebut Luka Siswa D yang Disebut DIPUKUL SAPU Guru Supriyani, Lebih Mirip Luka Bakar, Alat Bukti Sapu JADI LEMAH

Menurut Aam, guru tersebut tidak bermaksud menampar siswa, melainkan hanya ingin menepuk, namun siswa itu menengok sehingga terjadi kontak yang tidak disengaja.

“Pak Eman tidak bermaksud menampar, hanya mau menepuk, tapi anak itu menengok. Kejadian ini pun berawal dari bercanda dengan teman-temannya,” jelasnya.

Aam berharap masalah ini segera selesai, mengingat upaya mediasi telah dilakukan dan permintaan maaf telah disampaikan oleh guru yang bersangkutan.

Aam juga menyampaikan keprihatinannya atas kondisi anak korban yang hingga kini belum kembali bersekolah. “Kasihan anaknya tidak sekolah, padahal memberikan pendidikan adalah kewajiban kami," ujarnya. ***


#Ikuti aplikasi berita [Pojok Satu] di Play Store dan App Store: [Android] dan [iOS] untuk mendapatkan informasi terbaru.