POJOKSATU.id, Kota Bandung - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan di tahun 2025 lalu tidak ada penghargaan bergengsi Adipura untuk kota kabupaten mana pun.
Alasannya, karena tidak ada satupun yang mampu mencapai pringkat Adipura.
"Surabaya yang kita gadang-gadang Adipura begitu kita Ke Pendowo itu sampah TPS liarnya hampir disebagian besar. Begitu kita keluar sedikit kotornya juga perlu diperbaiki. Kita ke Balipapan, harapan saya juga besar untuk Balipapan ternyata begitu kita keluar dari jalan protokol masuk ke kampung-kampung 100 meter kondisinya sama kurang lebih kota-kota yang lain. Begitu juga Bontang ," tegasnya usai monitoring Kelurahan Antapani Tengah, Sabtu 28 Febuari 2026.
Saat kunjungan itu, Hanif mengaku tanpa didampingi oleh pemerintah daerah.
Karena untuk melihat langsung dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat.
Sehingga tahu persis apakah masyarakat sudah pilah sampah atau belum.
"Budaya itu sudah terbangun atau tidak. Jadi kalau mau Adipura itu budayanya harus terbangun. Jadi budayanya dibangun dulu baru bisa Adipura. Kalau itu tidak terbangun, jungkir balik juga Adipura tidak akan kita berikan. Karena Adipura ini adalah pembangunan komprehensif dari sampah," imbuhnya.
Lanjut dia jika hanya di Jalan Protokol semua orang bisa, tidak perlu Adipura. Cukup disapu-sapu jalan protokolnya
Termasuk yang di kabupaten Ciamis, pihaknya mengadang-gadangkan karena meraih banyak penghargaan internasional, namun ternyata sampahnya masih harus dibenahi.
"Terus Banyumas semuanya itu juga banyak penghargaan, ternyata juga nilainya tidak terlalu baik. Indikatornya pertama Adipura itu, tidak boleh ada open dumping, open dumping harus berakhir," tuturnyam
Kemudian kedua, tidak ada satu pun sampah TPS liar. Karena TPS liar merupakan simbol dari tidak terkoneksi sampah dengan baik. Baru kemudian anggaran dan kebijakan.
"Semua anggaran kita cek apakah memadai untuk penanganan sampah sebesar Bandung yang hampir 2 juta orang. Kemudian sumber daya manusia dan fasilitas, ini termasuk fasilitas yang dinilai. Kemudian yang terakhir adalah kinerja. Kinerja itu kalau kita lihat sampah di sungai selesai, jalan selesai itu 100 persen semua itu baru Adipura. Jadi Adipura harus mempersentifkan upaya semua stakeholder di kota, di kabupaten itu membangun dirinya dengan baik dalam penanganan sampah," ucapnya mengakhiri.



