POJOKSATU.ID — Sebanyak 15 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) fesyen asal Jawa Barat resmi menuntaskan program pendampingan ekspor yang digelar Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan bertajuk “Go Global with Style” yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, menjadi puncak program sekaligus menandai kesiapan produk-produk lokal menembus pasar internasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhamad Nur, menyebutkan, sektor UMKM, khususnya fesyen, memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Saat ini, UMKM menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional dan berkontribusi 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
“Di Jawa Barat, potensi ini terus kita dorong dengan program pendampingan UMKM potensial ekspor. Targetnya, produk lokal tidak hanya naik kelas, tapi juga masuk pasar global,” ujar Muhamad Nur.
Program pendampingan yang berlangsung sepanjang 2025 ini menggandeng Yayasan Pendidikan Desain Indonesia (ESMOD Jakarta), dengan fokus materi pada penguatan desain produk, branding, hingga strategi pemasaran ekspor.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp33.000 per Gram, Cek Daftar Harga Terbarunya!
Dalam program ini, 15 UMKM fesyen terpilih dari berbagai daerah di Jawa Barat mengikuti 10 sesi pertemuan yang terdiri dari sesi konsultasi one-on-one dan kelas intensif.
Adapun 15 UMKM peserta program yakni Boolao, Damakara, Arae, Viera Sutera Alam, Ullaya, Neu Men, Sesasesa, Astiga, Celosia Etnik, Fiorellya, DOTS, MY3SYA, Nagumi, Teatea Batik, dan Batik Kakak.
Hasilnya, seluruh peserta diwajibkan menghasilkan satu karya siap jual yang dipamerkan dalam fashion show. Sebanyak 90 persen karya yang ditampilkan langsung laku terjual, menjadi indikasi positif penerimaan pasar terhadap produk fesyen lokal Jawa Barat.
Baca Juga: Sejarah May Day Internasional: Mengenang Tragedi Haymarket dan Perjuangan Buruh Dunia
Ketua Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Khairul Mahalili, menegaskan pentingnya kolaborasi konkret untuk mendorong UMKM ekspor.
Ia mendorong pelaku usaha dan stakeholder beralih dari sekadar Focus Group Discussion (FGD) ke Focus Group Action (FGA).
Sementara itu, Kepala Dinas KUKM Provinsi Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, menyatakan Pemprov Jabar menargetkan 10.000 produk UMKM lokal onboarding ke platform digital ekspor dan pasar global pada tahun ini.
Baca Juga: Terungkap! Total Korban Pelecehan Dokter Kandungan M Syafril Firdaus di Garut Bertambah Jadi 9 Orang
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong penerapan konsep go green serta transformasi digital untuk memperkuat daya saing.
“Kami ingin UMKM lokal bukan hanya naik kelas, tapi juga berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan pasar global,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan produk rakyat yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing global. ***



