POJOKSATU.ID- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah melanda wilayah Bali berdampak langsung pada para pengendara, tak terkecuali rombongan pemotor yang sedang melakukan perjalanan wisata (touring).

Hal itu dirasakan oleh Komunitas Motor Matic besar atau BIG MAX Indonesia (BMI) Chapter Jatim, yang ikut merasakan dampak akibat krisis bahan bakar tersebut.

Rombongan rider asal Jawa Timur yang mengendarai motor berkapasitas mesin besar ini tertahan di beberapa titik Jalur Pantura, Bedugul dan kawasan wisata Bali.

Banyak di antara mereka yang kesulitan mendapatkan BBM, baik jenis Pertalite maupun Pertamax, karena antrean panjang dan stok yang habis di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Ketua Rombongan BMI Chapter Jatim mengungkapkan bahwa kelangkaan BBM ini cukup mengganggu jadwal perjalanan serta kegiatan touring yang sudah direncanakan jauh-jauh hari.

"Kondisinya cukup sulit di lapangan. Beberapa SPBU yang kami datangi mengalami kekosongan stok. Akibatnya, ada beberapa anggota yang terpaksa mematikan mesin dan menunggu pasokan BBM datang, atau berburu BBM eceran yang harganya melambung tinggi," ujar Adit ketua BMI Jatim kepada pojoksatu.id

Kondisi sepeda motor big matic yang membutuhkan konsumsi BBM spesifikasi tertentu (seperti Pertamax/Pertamax Turbo) kian memperbarat situasi. Pasalnya, pengisian BBM dengan kualitas di bawah standar berisiko mengganggu performa mesin kendaraan mereka dalam perjalanan jauh.

Akibat krisis BBM ini, BMI Chapter Jatim terpaksa menyesuaikan ulang rute dan memangkas sejumlah agenda kunjungan ke destinasi wisata di Bali.

Mereka berharap pihak berwenang dan penyedia bahan bakar dapat segera mengatasi kelangkaan ini agar mobilitas masyarakat lokal maupun wisatawan kembali normal.

Sementara itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) di Bali menurutnya mulai terurai, meskipun belum pulih sepenuhnya.

“Sekarang mulai terurai,” ujar Bahlil dalam acara peresmian Kilang LPG Cilamaya, di Karawang, Jawa Barat, kemarin.

Bahlil yang juga merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa dirinya terus berkoordinasi dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri terkait penanganan antrean panjang pembelian BBM di Bali.

Hari ini, ujar dia melanjutkan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo berada di Bali untuk mengawal pemulihan distribusi BBM di Pulau Dewata.

“Memang secara sepenuhnya belum ter-cover secara totalitas, tetapi perlahan-lahan sudah dilakukan (pemulihan),” ujar Bahlil.

Bahlil memerintahkan Pertamina agar sejumlah SPBU di Bali dapat beroperasi selama 24 jam. Selain itu, Bahlil juga menyampaikan sudah dilakukan perbaikan alur distribusi BBM di Bali sebagai bentuk dari upaya pemulihan.

“Kemudian, beberapa SPBU yang kurang karyawan, kami meminta tolong ke aparat yang ada di sana untuk membantu, agar bisa membantu,” ujar Bahlil***