AP-2 Janjikan Insentif Maskapai Nge-RON ke Luar Bandara Soekarno Hatta

Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta
Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta/net

Ia mengatakan, insentif itu sebenarnya cukup menarik. Syaratnya, sebelum memindahkan pesawatnya, maskapai bersangkutan harus menyiapkan penumpang untuk diangkut ke bandara tujuan atau sebaliknya untuk penerbangan pada pagi hari.

“Jadi mereka juga punya tatangan untuk mencari penumpang. Dan kami bantu promosi melalui media yang ada di bandara,” ucapnya.

Diakui, berpindahnya RON pesawat, terkesan mengurangi pendapatan bandara Soekarno-Hatta. Jumlah pesawat parkir dan landing bisa berkurang. Sementara di tempat landing bandara baru free landing dan parking.

Dua point penting yang sangat bagus dari kebijakan AP-2 itu. Menggunakan teori paradox marketing-nya Menpar Arief Yahya, bahwa semakin gratis semakin untung.


“Digratiskan, tetapi memberi opportunity akan lebih banyak penumpang yang diangkut dan merata di semua bandara. Ekosistem penerbangan jadi hidup. Penumpang yang banyak melalui bandara AP-2 itulah yang bisa dikapitalisasi,” jelas Arief Yahya.

Mirip Google, yang memberi fasilitas free kepada customers nya untuk memanfaatkan searching engine-nya untuk mencari info apa saja. Mesin Google suka rela, membantu searching. Apa yang dia dapat?

“Data customers! Dia punya data siapa suka apa? kapan? dan bagaimana kebiasaan pengguna searching engine,” kata Menpar Arief.

Kedua, Arief Yahya juga memuji Muhammad Awaluddin karena mendorong maskapai untuk memperbanyak pergerakan. Rumusnya, setiap pergerakan manusia, selalu membawa impact pada pergerakan barang dan jasa. Pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain, selalu meng-create opportunity baru.

“Mendorong pergerakan maskapai nge-RON ke daerah, berarti maskapai itu akan berpromosi agar dapat mengangkut penumpang sebanyak mungkin, dari daerah baru ke daerah lain. Wisnus akan hidup, destinasi wisata makin ramai, industri kepariwisataan makin berkembang,” ungkap Arief Yahya.