Pemilik Kos Sediakan Wanita Panggilan, Sekali Kencan Dapat Rp100 Ribu

Pemilik kos sediakan wanita panggilan di Lombok Utara ditangkap polisi. Foto istimewa

POJOKSATU.id, LOMBOK – Tim Puma Sat Reskrim Polres Lombok Utara menangkap WS alias Blongko (56) lantaran menyediakan wanita panggilan di kos miliknya.

Blongko memperjualbelikan perempuan dengan mendapatkan keuntungan Rp100 ribu untuk sekali kencan.

Ia menawarkan pekerja seks komersial (PSK) kepada pria hidung belang. Tempat persetubuhan dilakukan di kos milik Blongko.

Bisnis prostitusi yang dijalankan Blongko berhasil diungkap oleh Tim Puma Sat Reskrim Polres Lombok Utara yang dipimpin Kanit Pidum IPDA I Wayan Ciptanaya dan Paminal Polres Lombok Utara, Rabu (31/3/2021).


Kasat Reskrim AKP Anton Rama Putra mengatakan penangkapan Blongko bermula dari informasi masyarakat.

Masyarakat resah lantaran sering terjadi transaksi prostitusi di kos-kosan Blongko.

Tim Puma yang dipimpin Kanit Pidum Ipda I Wayan Ciptanaya kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian di kos Blongko di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (31/3/2021).

Sekitar Pukul 14.00 WITA, seorang wanita diduga PSK berinisial K masuk ke kos-kosan milik Blongko.

Berselang setengah jam kemudian, seorang laki-laki hidung belang datang dan ikut masuk ke dalam kamar kos.

Setelah menunggu sekitar 20 menit Tim Puma masuk dan melakukan penggerebekan.

Polisi mendapati laki-laki dan perempuan berada dalam kamar dalam keadaan tidak memakai baju. Keduanya baru saja selesai melakukan hubungan badan.

Polisi mengamankan pria dan wanita di dalam kamar kos. Polisi juga menangkap pemilik kos untuk interogasi.

Polisi menyita barang bukti berupa satu sprai warna merah ungu, dua buah bantal warna merah ungu, bercak sperma, dua kondom merek Sutra, uang tunai Rp 400 ribu.

Sekali Kencan Rp400 Ribu

Pemilik kos, WS alias Blongko menawarkan wanita panggilan kepada pria hidung belang dengan tarif Rp400 ribu untuk sekali kencan.

Dari tarif tersebut, Blongko mendapatkan keuntungan Rp100 ribu untuk sekali kencan.

Polisi telah menetapkan pemilik kos sebagai tersangka. Ia dibawa ke Sat Reskrim Res Lombok Utara untuk proses lebih lanjut.

Pemilik kos yang menyediakan wanita panggilan ini dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 296 dan 506 KUHP. (flo/radarlombok)