Ayam Kampus Keliaran di Balikpapan, Begini Respon P2TP2A

Ilustrasi ayam kampus di Balikpapan
Ilustrasi ayam kampus di Balikpapan

POJOKSATU.id, BALIKPAPAN – Prostitusi online di Balikpapan melibatkan sejumlah mahasiswi yang biasa dikenal dengan sebutan ayam kampus. Mereka melayani pria hidung belang di kos dan hotel.

Ketua Harian Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Balikpapan, Ardi Rahayu mengaku miris dengan fenomena mahasiswi ayam kampus di Balikpapan.

“Kalau untuk orang dewasa, apalagi sudah kuliah, sudah pasti tahu hukum. Tapi, yang jelas, semua tergantung pada kasusnya. Apakah ada intimidasi kekerasan atau seperti apa. Karena menyangkut perempuan dewasa, biasanya beragam permasalahan. Bisa ditanya kenapa terjerumus ke prostitusi. Kalaupun mendapatkan kekerasan, tentu kami akan melakukan pendampingan,” jelas Ardi Rahayu, Sabtu (19/5).

Pada kasus oknum mahasiswi yang melacurkan diri, P2TP2A menunggu laporan karena mereka tergolong dewasa. Yang dilakukan biasanya pendampingan, itu pun setelah ada laporan dari warga maupun RT. Sepanjang tidak ada laporan, tentu tak bisa berasumsi. Yang ada justru menjadi asas praduga tak bersalah.


“Begitupun kalau ada laporan, bisa dilampirkan alamat lengkap. Sehingga diberikan pendampingan hukum dan psikologis,” ujarnya.

BACA: Pengakuan Mahasiswi Ayam Kampus, Kuda-kudaan Sekuatnya Rp2 Juta

Itu yang pernah terjadi pada pengurus LSM JPKP (Jaringan Pendamping Kebijakan Pemerintah), ketika datang ke P2TP2A melaporkan kasus prostitusi. Namun sayang, tak ada data lengkap diberikan, semisal siapa nama dan tempat tinggal.

“Masa kami harus mencari data detail lengkap di suatu wilayah. Tentu sulit, karena petugas juga terbatas,” katanya.

BACA: Ekonomi Lesu, Biaya Kuliah Mahal, Mahasiswi Ayam Kampus Keliaran

LSM tersebut pernah mewacanakan terbentuknya Satgas Antiprostitusi untuk menangkap maraknya prostitusi anak, termasuk oknum mahasiswi yang melacurkan diri.

BACA: Kode Rahasia Mahasiswi Ayam Kampus, Pasang Foto HOT dengan Status Vulgar

Ardi Rahayu pun mengapresiasi jika satgas itu terbentuk. Bahkan P2TP2A akan turun membantu bila didapati kasus melalui pendampingan secara hukum ataupun kejiwaan. “Bagus kalau memang ada satgas itu,” singkat dia.

(ham/yud/k1/pojoksatu)