Heboh, Ratusan Foto Bugil Tentara Wanita Bocor

Foto bugil tentara wanita beredar di internet
Foto bugil tentara wanita beredar di internet

POJOKSATU.id, USA – Ratusan foto bugil tentara wanita di Amerika Serikat beredar di internet. Foto-foto hot itu dimuat di sebuah akun Dropbox rahasia.

Dalam folder Dropbox yang bernama “Hoes Hoin”, ada 267 gambar secara keseluruhan dan tiga subfolder untuk kategori perempuan tertentu.

Sebanyak 55 marinir Amerika Serikat telah dijerat hukuman dan tujuh orang diantaranya menjalani pengadilan militer karena menyebarkan foto dan video bugil rekannya.

“Korps Marinir terus menginvestigasi dan membawa pelaku untuk bertanggung jawab atas pelanggaran kebijakan dan standar yang berlaku,” kata Mayor Jenderal Brian Block, yang merupakan juru bicara korps Marinir, seperti dilansir Vice News, Minggu, 10 Maret 2018.


Pengadilan militer terakhir terhadap pelaku penyebaran berlangsung pada 31 Januari 2018. Para pelaku yang menjalani persidangan terbukti menggunakan foto dan video bugil itu untuk pemerasan dengan mengancam menyebarkannya.

Sehari sebelum pengumuman ini, ratusan foto vulgar dari anggota wanita di korps militer Amerika Serikat kembali tersebar luas di internet setelah diunggah orang tak bertanggung jawab melalui layanna berbagai file Dropbox.

Terdapat setidaknya 267 foto yang oleh pengunggahnya disimpan di folder dengan nama “Hoes Hoin”. Laporan soal ini pertama kali kali dilansir pada Jumat media Vice News.

“Beberapa foto itu diambil sendiri atau selfie, ada yang jelas-jelas diambil oleh orang lain. Beberapa menunjukkan wanita melakukan aksi seksual,” demikian laporan media itu.

Foto-foto itu diambil dari tentara wanita di semua cabang militer AS, angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara.

Seperti dilansir CBS News pada 11 Maret 2018, foto-foto itu pertama kali ditemukan oleh mantan Marinir Erin Kirk Cuomo yang mendirikan #NotInMyMarines. “Satu tahun kemudian dan tidak banyak yang berubah,” kata Cuomo.

Sementara itu, juru bicara Dropbox menyatakan, tautan yang berisi gambar tersebut telah dihapus.

“Jika kami menemukan pelanggaran, kami akan mencabut konten dan apabila diperlukan, akan mengambil tindakan lain, seperti melarang konten itu dan atau melaporkan kepada penegak hukum,” ucapnya.

(one/pojoksatu)