Lagi, Siswi SMP Disetubuhi Pacar hingga Pendarahan Hebat

berhubungan-badan
Ilustrasi Berhubungan Badan

POJOKSATU.id, TARAKAN – Seorang siswa SMP di Tarakan, sebut saja Mawar (14) disetubuhi pacarnya SA (14) hingga mengalami pendarahan hebat di bagian miss V.

Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Ipda Taharman mengatakan, Mawar disetubuhi di rumah orang tua temannya pada Sabtu (20/1) sekitar pukul 12.00 Wita.

Kejadian bermula saat Mawar dan SA berkumpul di rumah orang tua temannya di Kelurahan Juata Permai, Tarakan.

“Di dalam rumah tersebut ada lima orang, termasuk Mawar. Mereka berlima merupakan satu sekolah dan baru saja pulang pada pukul 12.00 Wita. Namun sebelum pulang ke rumah masing-masing kelimanya memutuskan pergi ke rumah orang tua salah satu temannya untuk bermain game,” beber Taharman, seperti dilansir prokal.co (grup Pojoksatu.id), Kamis (24/1).


Saat itu diketahui rumah RZ dalam keadaan sepi karena kedua orang tuanya sedang tidak berada di rumah.

“Saat itu mereka masih bermain game HP android bersama-sama di ruang tamu. Tidak beberapa lama pindah bermain game ke salah satu kamar, tinggallah seorang temannya di ruang tamu,” bebernya.

Setelah keempatnya asik bermain di dalam kamar, tiba-tiba SA menyuruh temannya yang lain keluar dari kamar. SA ingin berduaan dengan Mawar.

“Ada temannya satu, sempat berkata kepada SA kenapa dia mengusir dari kamar, padahal si temannya itu yang punya rumah. Akhirnya sisa SA dan Mawar di dalam kamar. Dua temannya keluar, yang satu memang sudah di luar,” ujarnya.

Berduaan di dalam kamar, SA langsung mengunci pintu dan menyampaikan niatannya untuk menyetubuhi korban.

“Korban sempat menolak untuk disetubuhi, namun akhirnya korban mau setelah dibujuk dan dirayu tersangka,” ucapnya.

Keduanya akhirnya melakukan hubungan yang tak pantas. Namun SA menghentikan aksinya setelah Mawar mengalami pendarahan.

“Saat pendarahan, tersangka SA tidak melanjutkan lagi perbuatannya. Mereka berdua pun akhirnya pulang ke rumah masing-masing,” bebernya.

Keesokan harinya, Minggu (21/1) barulah orang tua korban mengetahui kejadian pencabulan yang dialami putrinya, setelah pendarahan yang dialami Mawar tidak kunjung berhenti.

“Mawar mengalami pendarahan hebat, sehingga oleh orang tuanya membawa korban ke RSUD Tarakan untuk mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Baru sekira pukul 22.00 Wita, ibu korban melaporkan kejadian yang dialami putrinya ke Mapolres Tarakan. Tidak membutuhkan waktu lama, Polres Tarakan berhasil mengamankan SA.

“Kami sudah mintai keterangan tersangka SA dan saksi-saksi ketika kejadian, sementara keterangan dari korban dan orang tuanya belum dilakukan karena Mawar saat ini masih menjalani perawatan pasca mengalami pendarahan akibat pencabulan yang dilakukan SA,” ucapnya.

SA dikenakan pasal 81 ayat 2 juncto pasal 76 d Undang-Undang nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. “Tapi biasanya untuk anak-anak dipotong dua pertiga dari hukumannya,” tegasnya.

BACA: Siswi SMP Tewas Disetubuhi, Diduga Kelamin Pacar Terlalu Besar

Sebelumnya, seorang siswi SMP berinisial DS mengalami nasib tragis. Gadis berusia 14 tahun asal Kecamatan Selemadeg, Tabanan itu kehilangan kehormatan sekaligus nyawa.

DS menghembuskan napas terakhir setelah digenjot pacarnya, Gung De Wiradana (25) sebanyak tiga kali dalam semalam.

Korban mengalami pendarahan hebat di bagian kelamin. Diduga, kelamin pria yang baru tiga minggu dikenalnya terlalu besar, hingga membuat kemaluan DS robek.

(jnr/lim/prokal/pojoksatu)