Gila! 17.000 Anak LBGT Tersebar di Jawa Barat

diskusi lgbt
Kepala Divisi Sosial KPAI, Erlinda membeberkan data-data LBGT di Jabar dalam diskusi 'Menguak Tabir Prostitusi Anak'. Foto Yudha/pojoksatu

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 17.000 anak lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tersebar di Jawa Barat (Jabar). Jumlah itu termasuk 151 anak yang menjadi korban prostitusi gay.

“Di Jawa Barat saja anak LGBT ada 17.000 orang,” ujar Kepala Divisi Sosial KPAI, Erlinda dalam diskusi ‘Menguak Tabir Prostitusi Anak’ di Jakarta Selatan, Kamis (15/9/2016).

Kendati merupakan perilaku menyimpang, namun menurut Erlinda, LBGT bukan penyakit gangguan mental.

“Secara sosial iya kenapa remaja? Karena pada saat itu mereka berubah. Ada perubahan sosial perilaku hormon,” tambah Erlinda.


Dikatakan Erlinda, dorongan menjadi LGBT juga terpengaruh media sosial. Di medsos, kata dia, banyak predator-predator seks yang menyasar anak-anak.

“(Mereka) mengakui keberadaannya tapi kita tidak mengakui kebenaran perilaku seks menyimpang,” ucap Erlinda.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas mengatakan peran orang tua sangat penting. Menurutnya, banyak anak tidak mendapatkan perhatian, lantaran ibu dan bapaknya sibuk dengan pekerjaan. Selain itu juga tidak mendapatkan pendidikan agama di rumah.

“Pendidikan agama di rumah harus membentuk keteladanan. Tidak usah nasihat, tapi beri contoh. Beri kebiasaan yang baik. Baru kasih nasihat. Yang efektif melalui kisah,” ujar Yunahar.

Jika tidak mendapatkan hal tersebut, harapannya di sekolah. “Kalau di rumah, sekolah luput baru di masyarakat,” tandas Yunahar.

(yud/pojoksatu)