Dituduh Sembunyikan Kekasih Gelap di Meja Rias, Ini Kata Widisari

SERANG BALIK: Widisari (kanan) didampingi kuasa hukumnya Ari Widiyanto, saat menunjukkan bukti intimidasi dari handphone, yang diduga dilakukan orang suruhan Aminuddin.
SERANG BALIK: Widisari (kanan) didampingi kuasa hukumnya Ari Widiyanto, saat menunjukkan bukti intimidasi dari handphone, yang diduga dilakukan orang suruhan Aminuddin.
SERANG BALIK: Widisari (kanan) didampingi kuasa hukumnya Ari Widiyanto, saat menunjukkan bukti intimidasi dari handphone, yang diduga dilakukan orang suruhan Aminuddin.

POJOKSATU.id, BALIKPAPAN – Wanita cantik berhijab, RA Dwi Rahayu Widisari akhirnya angkat suara seputar dugaan perzinaan dengan kekasih gelap,  Feri Hariadi. Widiasasi mengatakan, tuduhan suaminya Amindduin bahwa dia sembunyikan kekasih gelap di meja rias saat digerebek adalah fitnah dan rekayasa.

Menurut Widiasasi, tudingan Aminuddin yang kini sudah menjadi mantan suaminya adalah upaya untuk merusak nama baiknya. Kronologis penggerebekan pun disebutnya sebagai rekayasa.

Ditemui secara eksklusif oleh Kaltim Post di Balikpapan, perempuan yang akrab disapa Widi itu menyangkal semua tuduhan yang dilontarkan mantan direktur utama Bank BPD Kaltim 4 priode tersebut.

“Saya tidak tahu kalau persoalan ini bakal mencuat di media. Walaupun saya sempat melihat dia (Aminuddin) memanggil wartawan di Samarinda, selepas sidang,” ucap Widi, didampingi kuasa hukumnya Ari Widiyanto, seperti dilansir Kaltim Post (18/9).


Ironisnya, kata Widi, informasi tersebut terlanjur masuk berita acara pemeriksaan (BAP), tanpa konfirmasi dari pihaknya. Dia juga membantah dirinya pernah digelandang ke kantor polisi karena kasus perselingkuhan.

“Tidak ada penggerebekan. Rumah di Grand Mahakam Residence itu milik saya. Saat Pak Aminuddin datang, Feri Hariadi yang dituduh selingkuh dengan saya, memang ada di rumah,” ujar perempuan yang kini tampil berjilbab itu.

Dia menjelaskan, Feri merupakan direktur di perusahaan klinik kecantikan yang didirikan Widi. Kehadiran Feri di rumahnya, murni urusan pekerjaan. Saat Amindduin datang ke rumah, para manajemen dan staf perusahaan tersebut tengah berkumpul untuk menyiapkan sebuah event.

“Awalnya dia minta izin dan datang baik-baik. Sempat mondar-mandir di rumah saya, sampai ke kamar pribadi. Katanya mau mengambil barang yang tertinggal. Saya saat itu sedang dalam treatment pengobatan oleh dokter pribadi, langsung terkejut, mendengar teriakan dari ruangan lain. Direktur saya dipukul,” beber Widi mengklarifikasi kronologi peristiwa yang sebelumnya disebut penggerebekan oleh Aminuddin itu.

Saat Feri digelandang ke kantor polisi, Widi mengaku tak mendapat penjelasan petugas, dan justru diminta beristirahat di rumah. Merasa ada yang aneh, dia pun mendatangi kantor polisi bersama kuasa hukumnya, namun BAP sudah jadi berdasar keterangan saksi-saksi yang disebutnya janggal.

“Orang-orang yang tahu peristiwa itu diintimidasi. Termasuk dua klien dan dokter yang saat itu ada di rumah saya. Bahkan ada yang sampai pindah rumah karena merasa terancam. Namun, dalam waktu dekat, mereka akan memberi kesaksian,” ungkap Ari Widiyanto, menambahkan.

Terkait pernyataan bahwa Amindduin menangkap basah Feri bersembunyi di bawah meja rias di kamar pribadinya, kubu Widisari dengan tegas menyangkal. Tuduhan perselingkuhan itu, kata dia, merupakan bagian dari upaya perusakan nama baik.

“Jika perlu, silakan lihat meja rias saya. Tidak ada yang bisa sembunyi di bawahnya. Itu fitnah. Dia (Aminuddin) tahu saya sangat menjaga citra sebagai pengusaha jasa, dan dia ingin rusak itu,” tegas Widi.

(man/er/k9/one)