Digerebek Tengah Malam di Rumah Janda, Ini Pengakuan Anggota DPRD Bekasi

Adegan seks pasangan suami istri
ilustrasi
Adegan seks pasangan suami istri
ilustrasi

POJOKSATU.id, BEKASI – Saepulloh, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi yang digerebek tengah malam di rumah janda beranak dua mengaku sudah nikah siri. Saepulloh telah menikahi janda yang tinggal di RT20/12, Kampung Wates, Desa Kedungjaya, Babelan itu.

Saat penggerebekan, kata dia, terjadi kesalah pahaman. Ia mengakui tidak ada koordinasi terlebih dulu dengan pihak RT setempat, sehingga terjadi penggerebekan.

Melalui telepon selulernya, Saepulloh mengakui jika ia dan  janda dua anak tersebut sudah melangsungkan pernikahan secara siri. Namun ia beralasan belum melaporkan hal itu kepada RT setempat.

“Itu miss komunikasi saja dengan pihak RT, dan saya sendiri memang mengakui belum membuat laporan yang bahwasannya saya sudah menikah dengan salah satu warganya, dikarenakan memang beberapa kali saya ingin laporan, yang bersangkutan gak ada di tempat,” ujar Saepulloh, seperti dilansir Radar Bekasi, Senin (27/7/2015).


Saat terjadi penggerebekan oleh warga, Saepulloh menganggap sebagai kesempatan untuk memperkenalkan diri sekaligus memberitahukan hubungannya dengan seorang janda tersebut. Ia menyebut pernikahan yang dilakukan secara siri itu sudah diketahui oleh keluarga lainnya.

“Iya, di situ saya langsung menjelaskan bahwasannya saya dengan warga tersebut sudah menikah, namun tidak secara negara, melainkan sah secara agama saja dan saya sendiri pun mempersilakan untuk mempertanyakan hal tersebut ke keluarga istri saya,” ungkapnya.

Menurut anggota dewan dari Partai Hanura ini, saat melangsungkan pernikahan secara siri, ia sudah memberitahukannya ke pihak partai dan istri pertamanya. Hal itu pun kata dia, tidak menjadi suatu persoalan di internal keluarga dan partainya.

“Pernikahan saya sendiri juga sudah diketahui dan izin oleh ketua DPC partai, ketua komisi, dan juga istri pertama, jadinya ya saya pikir sudah tidak ada masalah,” terangnya.

Ketua RT20/12, Kampung Wates, Desa Kedungjaya, Imanudin mengaku sudah mengkonfirmasi terkait nikah siri seperti yang disebutkan Saepulloh.

“Jadi kemarin itu kita langsung tanyakan ke mantan suaminya dan memang membenarkan kalau mantan istrinya tersebut memang sudah menikah dengan si anggota dewan itu, kemudian dari pihak dewan juga beberapa waktu lalu datang untuk meminta maaf karena belum memperkenalkan diri, jadi bisa dibilang sudah beres juga, hanya salah paham,” tuturnya.

(ich/neo/radar bekasi)