3 Cewek ABG Rela Ditiduri Bersamaan Demi Ujian Sekolah

Seks Cewek SMP
Seks Cewek SMP
ilustrasi

POJOKSATU.id, KEDIRI – Gara-gara tak punya uang ujian sekolah, cewek SMP asal Ngadirejo, Kota Kediri berinisial Ae (16) rela menyerahkan keperawanannya kepada Koko. Rupanya bukan cuma Ae yang menjadi korban Koko. Pria 50 tahun asal Pare, Kabupaten Kediri, itu juga menggarap dua temannya, yakni Ag (15), warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri dan Me (17), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Kandat.

Bahkan, Koko dilaporkan beberapa kali menggarap cewek ABG cantik itu secara bersamaan. Setelah melancarkan aksi bejatnya, Koko menyerahkan sejumlah uang kepada 3 cewek ABG tersebut.

“Menurut laporan, kejadian itu kali pertama dilakukan pada Februari 2015,” terang Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Wisnu Prasetyo kepada Jawa Pos Radar Kediri, Minggu (5/7). Namun, hal itu baru dilaporkan sekarang karena para korban baru mengakuinya.

Kejadian tersebut bermula saat Ag sering bermain ke rumah Ae. Suatu ketika, Ae bercerita sedang tidak memiliki uang untuk biaya sekolah dan ikut bimbingan belajar. Bukan hanya itu, Ae pun terancam tidak bisa mengikuti ujian karena tidak punya uang untuk membayar uang ujian.


Mendengar curhatan temannya tersebut, Ag kemudian mengajak Ae berkenalan dengan seseorang yang bisa memberinya uang. Pria yang diketahui bernama Koko tersebut dikenal Ag melalui jejaring sosial.

Ag memang sudah lebih dulu menjalin hubungan dengan Koko. Dia lantas mengajak Ae untuk menemui pria paruh baya tersebut di salah satu hotel di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Tidak hanya berbincang, ternyata Koko menyetubuhi keduanya secara bergantian. Setelah puas melampiaskan nafsunya, Koko kemudian memberikan sejumlah uang kepada Ae dan Ag.

Sekitar April lalu, Koko kembali melakukan aksi bejatnya. Pria tersebut kembali mengajak Ae untuk bertemu di tempat yang sama. Kali ini, Ae mengajak Me ikut serta. Sebagaimana yang sebelumnya dilakukan, dia kembali menyetubuhi Ae dan Me secara bergantian.

“Dia juga memberikan uang setelah melakukan perbuatan yang tidak patut tersebut,” terangnya, seperti dilansir JPNN, Senin (6//72015).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Wisnu menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang memeriksa saksi-saksi. Barang bukti yang digunakan adalah hasil visum et repertum. Pria yang sebelumnya menjadi Kanitreskrim Polsek Kota Malang itu menyatakan masih menyelidiki pelaku.

(c2/c22/any/one)