Siswa SMP dan SMA Lomba Bikin Video Seks, Gubernur Prihatin

video mesum pelajar
MENYEBAR: Dua pemuda melihat rekaman siswi SMA yang diduga berbuat mesum di salah satu tempat wisata di Grobogan
MENYEBAR: Dua pemuda melihat rekaman siswi SMA yang diduga berbuat mesum di salah satu tempat wisata di Grobogan
VIDEO MESUM: Dua pemuda melihat rekaman siswi SMA yang sedang melakukan adegan intim

POJOKSATU.id, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya sangat prihatin mendengar kabar siswa SMP dan SMA di wilayahnya mengadakan lomba pembuatan video seks.

Frans menilai, anak-anak tersebut telah terjebak dalam dunia tekonologi yang menyesatkan. Anak-anak sekarang, kata dia, sudah berani membuat bahkan melombakan video mesum melalui handphone mereka sendiri.

β€œIni tugas kita semua untuk memberikan perhatian terhadap perilaku anak-anak sekolah tersebut,” ujar Frans saat jumpa pers dengan wartawan di aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (2/5/2015).

BACA JUGA: Edan, Siswa NTT Adakan Lomba Video Seks


Menurut Frans, saat ini pendidikan etika sudah tidak lagi diajarkan di sekolah-sekolah sehingga sifat dan perilaku anak-anak semakin tidak beretika. Ia pun menyarankan agar pemerintah pusat mengakomodir pendidikan budi pekerti dan pendidikan moral pancasila dalam kurikulum.

Sebelumnya, beberapa siswa SMP dan SMA di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan lomba pembuatan video seks. Fakta tersebut diketahui melalui hasil survei yang dilakukan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dan lembaga non-profit OnTrack Media Indonesia (OTMI). Parahnya lagi, beberapa siswi justru merasa bangga jika berpacaran dengan tukang ojek atau sopir angkot.

Prilaku seksa bebas dan pacaran tidak sehat di kalangan pelajar terjadi akibat minimnya komunikasi antara siswa, guru dan orang tua. Akibatnya, 31,3 persen remaja NTT telah melakukan hubungan seks sebelum menikah dan 60 persen di antaranya tidak menggunakan kondom alis alat pengaman saat melakukan hubungan intim.

(one)