Sebuah Lamaran yang Berantakan

KARENA CINTA: Crane yang menghunjam rumah dan apartemen di Ijsselstein, Belanda, dalam proses lamaran. (AS MEDIA/AP)
KARENA CINTA: Crane yang menghunjam rumah dan apartemen di Ijsselstein, Belanda, dalam proses lamaran. (AS MEDIA/AP)
KARENA CINTA: Crane yang menghunjam rumah dan apartemen di Ijsselstein, Belanda, dalam proses lamaran. (AS MEDIA/AP)

POJOKSATU –sebut saja begitu– warga Ijsselstein, Belanda, sejatinya merencanakan sebuah momen lamaran yang spesial. Sayang, hari spesial itu harus ternoda. Lamarannya berantakan. Ya, berantakan dalam arti sebenarnya.

Untuk melamar sang pujaan hati itu, Hendrik –nama aslinya tidak dikorankan– menyewa crane. Rencananya, mobil berlengan besi tersebut harus membawa Hendrik ’’terbang’’ ke dekat atap rumah sang gadis.

Tepat di muka jendela kekasihnya, Hendrik akan melantunkan sebuah tembang khusus. Lagu itu langsung dilanjutkan dengan kalimat sakti, ’’Maukah kau menikah denganku?’’

Namun, entah apa yang terjadi, lengan crane itu tiba-tiba terkulai. Salah sasaran, lagi. Jangankan ke jendela rumah pacar Hendrik, lengan besi tersebut justru menjulur, lantas menimpa atap rumah para tetangga sang gadis. Efeknya begitu keras. Sebagian atap jebol. Mobil crane malah terangkat dari tanah dan nyaris terguling.


Saking besarnya efek kecelakaan itu, gedung tersebut dinyatakan tidak aman. Wali kota setempat juga turun langsung ke lokasi. Enam apartemen di bawah atap yang jebol juga langsung dikosongkan.

Meski begitu, lamaran Hendrik tidak sepenuhnya gagal. Koran Algemeen Dagblad menulis bahwa sang perempuan tetap menjawab ’’ya’’ atas lamaran Hendrik. Setelah diinterogasi polisi, pasangan kasmaran itu langsung terbang ke Paris untuk merayakan hari besar mereka. Semoga di kota cinta itu mereka tidak merobohkan Menara Eiffel…. (AP/c4/dos)