Sudah Bukan Zamannya Arisan Tante-tante, Tapi Om-om

ilustrasi
ilustrasi

POJOKSERU – Beberapa  gigolo di Surabaya mengaku lebih sering mendapat “job” untuk memuaskan om-om. Bahkan, menurut Steven (nama samaran) yang berprofesi sebagai “kucing”, sebutan lain gigolo, dirinya pernah diperbutkan sebagai hadiah dalam arisan para lekaki ganteng.

“Sekarang sudah enggak zaman arisan tante-tante, tapi om-om,” ucapnya pria 24 tahun itu, lantas meringis.

Karena bersikap profesional Steve mengaku siap memuaskan siapapun pelanggannya. Bahkan saat dipakai om-om, dia siap menjadi top (laki-laki) atau bottom (berperan jadi perempuan). Bahkan dia pernah diminta pelanggannya make up ala perempuan cantik. “Rasanya geli sendiri,” ujar dia.

Steven mengaku melakoni profesi itu sejak enam tahun lalu. Melalui seorang kenalannya, dia diajak menjelajah dunia malam Surabaya. Hingga sekarang dia dikenal sebagai twink (gigolo remaja) kelas atas. Tarif yang dipatoknya sama dengan gigolo pada umumnya di Surabaya. Short time Rp 500 ribu dan long time Rp 2 juta.


Menurut Steven, pelanggannya kebanyakan laki-laki berbagai usia dan profesi. (ina/ayi/mas)