POJOKSATU.id - Ternyata belum banyak yang tahu, tempe makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyrakat Indonesia, kini menjadi makanan yang mendunia dan dikagumi masyrakat barat.

Meskipun dijual dengan harga yang murah, ternyata tempe merupakan makanan yang kaya akan manfaat, terbuat dari kacang kedelai yang difermentasi dengan jamur khusus, membuat makanan satu ini syarat akan nilai gizi protein nabati yang menyehatkan.

Harganya yang murah meriah, membuat tempe, bisa dijadikan bermacam olahan enak, seperti tempe orek, dibacem, dimasak dengan kuah santan, disemur, hingga digoreng biasa atau goreng tepung.

Baca Juga: Kuliner Lokal Indonesia yang Tak Tertandingi! Resep dan Cara Membuat Ayam Pop yang Lezat dan Mudah

Tempe makanan karya anak banga ini, digadang gadang menjadi superfood, karena penikmatnya bukan hanya dari Indonesia, melainkan seluruh masyrakat dunia juga tertarik untuk menikmatinya, hal ini membuktikan tempe merupakan makanan yang murah tapi tidak murahan.

Sebagai bahan pangan tinggi protein pengganti daging, sejarah tempe memang sudah mengakar kuat karena ada sejak ratusan tahun lalu.

Bahan baku utamanya yakni kedelai sudah dikenal oleh masyarakat Jawa sejak abad ke 12, sesuai dengan yang tertuang di Serat Sri Tanjung.

Tapi kreasi olahan fermentasi kedelai baru mulai dikenal masyarakat Jawa pada sekitaran abad 16 sampai 19.

Kata tempe berasal dari bahasa Jawa kuno yaitu Tumpi yang artinya makanan berwarna putih.

Baca Juga: Asal Usul Sate Taichan, Kuliner Kekinian Harga Murah Rasa Meraja

Kala itu bahan baku utama tempe dominan dari kacang kedelai hitam yang memang tumbuh dan dibudidayakan di wilayah Kerajaan Mataram.

Di masa tersebut, tempe umumnya dibuat dekat sumber air seperti sungai karena memang butuh banyak air untuk melepaskan kulit kedelainya.

Popularitas tempe semakin meningkat sejak pemerintahan Kolonial Hindia Belanda mulai memberlakukan Sistem Tanam Paksa tahun 1830-1870.

Pada masa Kolonial ini, tempe benar-benar menjadi penyelamat masyarakat yang harus kerja keras dan didera kesulitan ekonomi.

Baca Juga: Rindu Kue Jajanan Pasar Putu Bambu? Simak Cara Pembuatan Lengkap!

Harganya yang murah dan mudah dibuat karena bahannya yang sederhana, mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat lokal.

Saking lekatnya sebagai pangan murah meriah, tempe sempat dikonotasikan sebagai makanannya orang kelas bawah.

Presiden pertama RI bahkan sempat melontarkan ujaran mental tempe yang merujuk pada sifat lembek dan enggan keluar dari keterpurukan.

Namun seiring perkembangan studi pangan menyebutkan, kalau tempe adalah sumber pangan bergizi, akhirnya semua kalangan pun semakin gemar menyantap tempe, dan kini tempe menjadi salah satu makanan Indonesia yang mendunia.***