POJOKSATU.id - Banyak orang bercita-cita untuk mengunjungi tempat wisata religi yang ada di Indonesia.

Salah satunya tempat wisata religi di Indonesia adalah Masjid Cheng Ho

Masjid Cheng Ho menjadi tempat wisata religi karena menjadi salah satu destinasi bagi umat muslim, baik untuk alasan keagamaan maupun sekadar untuk menikmati pengalaman liburan.

Wisata religi Masjid Cheng Ho merupakan jenis pariwisata yang termasuk dalam kategori wisata budaya. Dalam wisata budaya, wisata religi mencakup ziarah atau aktivitas keagamaan lainnya.

Baca Juga: Inilah 12 Rekomendasi Wisata Religi Paling Populer di Indonesia

Oleh karena itu, banyak orang muslim menganggap ziarah ke tempat-tempat penting dalam sejarah Islam sebagai wisata religi.

Pada Masjid Cheng Ho banyak sekali sejarah dalam pembuatannya.

Anda mungkin tidak mengenal Laksamana Cheng Ho, seorang Laksamana laut China dari Yunnan yang melakukan ekspedisi ke Indonesia.

Laksamana Cheng Ho juga membantu orang Islam di berbagai daerah yang ia kunjungi selama perjalanannya.

Sampai hari ini, jejak perjalanan Cheng Ho masih dapat dilihat, seperti Masjid Cheng Ho yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia.

Yaitu terdapat di daerah Purbalingga, Kalimantan, Surabaya, Palembang dan yang terakhir terdapat di Pasuruan.

Baca Juga: Kenali Keistimewaan Masjid Raya Al-Jabbar Bandung, Jadi Destinasi Baru Wisata Religi dan Edukasi

Namun pada kali ini Pojoksatu akan membahas Wisata Religi Masjid Cheng Ho Palembang. Masjid Palembang ini terlihat sangat mencolok dari jarak jauh.

Bangunan berwarna pink dengan pilar-pilar berwarna merah.

Di atapnya, terdapat kubah hijau dengan bulan sabit dan bintang yang mirip dengan masjid-masjid di Timur Tengah, dan di keempat sudut bangunan terdapat atap limas hijau, salah satu bentuk rumah adat Palembang.

Kedua menara Masjid Cheng Ho memiliki lima tingkat, ini menjadi simbol dari shalat lima kali sehari.

Tinggi menara mencapai 17 meter, yang disimbolkan dari jumlah rakaat yang harus dikerjakan setiap Muslim dalam sehari.

Masing-masing menara memiliki tempat wudhu di lantai dasar, dan bagian luarnya dihiasi dengan tanduk kambing, ornamen khas Palembang.

Pengunjung akan menemukan warna merah yang mendominasi di masjid, yang terkait dengan budaya Tionghoa.

Baca Juga: Menyusuri Keunikan Masjid Pintu Seribu: Wisata Religi Filosofi Pengingat Kematian dan Arsitektur Unik

Tampilan dalam masjid yang kental dengan nuansa Tionghoa semakin dipercantik oleh desain daun pintu utama, pancang-pancang, dan ornamen pagar pembatas di bagian atas.

Dengan pilar merah dan atap limas kuning emas, gerbang atau gapura masjid yang bergaya Tiongkok bertuliskan "Masjid Muhammad Cheng Ho" dengan aksara Mandarin.

Penggunaan ornamen-ornamen khas tersebut bukan tanpa sebab.

Selain karena Masjid Cheng Ho ini dibangun di tanah Palembang, masyarakat juga menyadari adanya kedekatan antara kebudayaan Palembang dan kebudayaan Tionghoa.

Pemberian nama Cheng Ho juga bukan tanpa alasan. Cheng Ho (Zheng He), yang dikenal sebagai panglima angkatan laut Tiongkok pada ke-15, diyakini memimpin ekspedisi keliling dunia, termasuk ke Palembang.

Dalam Catatan Zheng He, yang diterjemahkan W.P Groeneveldt dengan judul Nusantara dalam Catatan Tiongkok, Cheng Ho datang ke Palembang pada ekspedisi pertamanya.

Baca Juga: Mengunjungi Masjid Agung Banten, Wisata Religi Ziarah ke Makam Sultan Maulana Hasanudin Banten

Dia memburu Chen Zuyi, orang Guangdong, yang menguasai Palembang sebagai perompak. Misi itu berhasil.

Cheng Ho kembali ke Tiongkok untuk menyerahkan perompak itu kepada kaisar. Chen Zuyi kemudian dipenggal di pasar di ibukota.

Menurut Arkeologi Uka Tjandrasasmita dalam Arkeologi Islam Nusantara, tindakan Cheng Ho menumpas bajak laut itu dengan sendirinya merupakan jasa pengamanan bagi kegiatan pelayaran dan perdagangan keluar-masuk kota pelabuhan dan kota Palembang.

Karenanya pemimpin dan masyarakat daerah itu sangat berterimakasih dan menghargai jasa Cheng Ho.

Banyak orang percaya bahwa Cheng Ho seorang muslim dan berusaha mengislamkan Nusantara, termasuk Palembang, meskipun tidak ada bukti kuat.

Cheng Ho memiliki banyak pengikut karena perilakunya yang baik dan membawa kedamaian.

Baca Juga: Sinopsis Film Wakaf, Horor Religi yang Dibintangi Putri Delina

Komunitas Tionghoa-Muslim telah lama tinggal di Palembang dan berbaur dengan masyarakat lokal.

Masjid Cheng Ho dibangun untuk menghormati Cheng Ho dan mempererat persaudaraan Islam. Arsitekturnya memadukan gaya Tiongkok, Islam, dan Palembang.

Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) adalah organisasi pertama yang membangun Masjid Cheng Ho di Palembang.

Kemudian, organisasi tersebut berganti nama menjadi Persatuan Iman Tauhid Indonesia.

Hew Wai-Weng menulis dalam buku Religious Pluralism, State, and Society in Asia, suntingan Chiara Formichi, "Cosmopolitan Islam and inclusive Chineseness: Chinese-style mosques in Indonesia"

Bahwa para pemimpin cabang PITI Sumatra Selatan mengunjungi rekan-rekan mereka di Surabaya, yang sudah mendirikan Masjid Cheng Ho.

Hew Wai-Weng menulis, "Masjid Al-Islam Muhammad Cheng Hoo di Palembang, yang dibuka tahun 2008, merupakan masjid kedua bergaya Tiongkok."

Masjid Cheng Ho Palembang dibangun di atas tanah seluas 4.990 meter persegi yang diberikan oleh Syarial Oesman, gubernur Sumatra Selatan pada saat itu.

Bangunan utama masjid ini seluas 40 meter persegi dan memiliki dua lantai: lantai pertama untuk jamaah laki-laki dan lantai dua untuk jamaah perempuan. Masjid ini dapat menampung sekitar 500 orang.

Baca Juga: Tayang Hari Ini di Bioskop, Intip Sinopsis Film Wakaf, Horor Religi Dibintangi Putri Delina

Masjid tidak memiliki pendingin udara, tetapi kipas angin membuat suasananya sejuk dan nyaman. Hal ini dapat dilakukan karena ada lubang angin, atau lubang angin, di bagian atas pintu.

Jendela-jendelanya juga lebar, dengan lubang angin di bagian atasnya, sehingga sirkulasi udara masuk dan keluar ke ruang salat sangat bebas.

Masjid memiliki perpustakaan, kantor Dewan Kemakmuran, Tempat Pendidikan Al-Quran untuk anak-anak yang belajar mengaji secara gratis, dan ruang serbaguna.

Kompleks Perumahan Amin Mulia di Jakabaring memiliki Masjid Cheng Ho.

Masjid berada di lokasi perumahan warga, jadi suasananya tenang dan tenang.

Masjid Cheng Ho terletak di 15 Ulu, Seberang Ulu I, atau di depan Pasar Induk Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan.

Sekitar 7,3 km dari pusat Kota Palembang, dan sekitar 15 menit dengan kendaraan bermotor untuk sampai ke sana.

Sempatkan untuk mengunjungi Wisata Religi Masjid Cheng Ho saat Anda berada di Palembang.***