PojokSatu.id - Setiap kota di Indonesia memiliki kekayaannya sendiri, namun Palembang adalah salah satu dari sedikit kota yang kulinernya dikenal hingga mancanegara.
Sebagai kota tertua di Indonesia dan pusat kebudayaan Sriwijaya, Palembang memiliki ragam hidangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat sejarah dan identitas lokal yang kuat.
Mulai dari makanan berbahan dasar ikan, hidangan berkuah gurih, hingga kue tradisional yang mewarnai setiap perayaan masyarakat Palembang.
Baca Juga: Heboh Podcast DPRD Bekasi Capai Rp 540 Juta, Biaya Besar Tak Sejalan dengan Jumlah Penonton
Pempek memang menjadi ikon kuliner yang tak tergantikan, tetapi Palembang memiliki jauh lebih banyak hidangan khas yang sering luput dari perhatian.
Keberagaman rasa, pengaruh budaya Melayu, hingga kekayaan sungai Musi menjadikan kuliner Palembang begitu unik dan berbeda dari daerah lain.
Artikel ini merangkum kuliner Palembang paling wajib dicoba untuk wisatawan yang ingin merasakan kekayaan rasa di Ibu Kota Sumatra Selatan tersebut.
1. Pempek
Tidak mungkin membicarakan Palembang tanpa menyebut pempek.
Baca Juga: Tahap 4 Bansos Reguler PKH dan BPNT 2025, Jadwal, Besaran, dan Syarat Penerima
Hidangan berbahan dasar daging ikan tenggiri yang dicampur tepung sagu ini telah menjadi simbol kuliner kota sejak masa lampau.
Pempek hadir dalam berbagai bentuk lenjer, kapal selam, adaan, hingga kulit yang masing-masing menawarkan tekstur dan rasa berbeda.
Keistimewaan pempek terletak pada cuko, saus hitam yang terbuat dari gula aren, cabai, bawang putih, dan ebi.
Baca Juga: Inilah Daftar Mapel Non-Linear yang Paling Sering Bikin TPG Tidak Cair
Perpaduan rasa pedas, asam, dan manis inilah yang membuat pempek begitu ikonik.
Banyak wisatawan mengatakan bahwa tidak ada pempek di kota lain yang menandingi rasa asli Palembang.
2. Tekwan
Jika pempek adalah hidangan kering, maka tekwan adalah versi kuahnya.
Tekwan terbuat dari adonan ikan yang dibentuk kecil-kecil lalu disajikan dengan kuah bening yang harum.
Baca Juga: Ketua RW : Proyek Swasta di Margasari Karawang Timur Tak Pernah Koordinasi dengan Lingkungan
Kuahnya dibuat dari kaldu udang dengan aroma bunga sedap malam yang khas.
Disajikan bersama soun, bunga sedap malam, jamur kuping, dan irisan bengkuang, tekwan menjadi hidangan yang pas dinikmati kapan pun, terutama sore dan malam hari.
Kelembutan kuah serta aroma rempahnya membuat tekwan selalu jadi favorit wisatawan.
3. Model
Banyak wisatawan mengira tekwan dan model adalah makanan yang sama.
Padahal, keduanya berbeda. Model menggunakan bahan utama pempek telur atau pempek tahu yang dipotong-potong, lalu disiram kuah bening gurih dengan taburan mentimun dan soun.
Tekstur empuk pempek yang dipadukan dengan kuah hangat membuat hidangan ini terasa ringan namun mengenyangkan. Model biasanya menjadi pilihan mereka yang ingin menikmati kuliner Palembang tanpa rasa pedas cuko.
4. Mie Celor
Mie celor adalah salah satu kuliner sarapan paling populer di Palembang.
Mie berukuran besar disajikan dengan kuah kental berbahan santan, udang, dan kaldu. Kemudian ditambah telur rebus, taoge, dan bawang goreng.
Rasa gurih, sedikit manis, dan tekstur creamy menjadikan mie celor makanan favorit banyak orang.
Beberapa kedai legendaris telah menyajikan mie celor selama puluhan tahun, mempertahankan resep turun-temurun yang membuatnya tetap diminati hingga kini.
5. Laksan
Laksan adalah hidangan berbahan dasar pempek lenjer yang diiris kemudian disajikan dengan kuah santan berbumbu rempah. Rasanya sedikit pedas dengan aroma santan yang kuat.
Baca Juga: Setengah Miliar untuk Podcast Kosong? Publik Murka, Siapa yang Diuntungkan?
Banyak yang menyebut laksan sebagai “versi Palembang dari lontong sayur”, meski sejatinya hidangan ini punya karakter yang sangat berbeda.
Laksan biasanya ditemukan pada pagi hari di pasar-pasar tradisional.
Sayangnya, hidangan ini mulai jarang ditemukan di kedai modern, sehingga wisatawan harus benar-benar mencari untuk mendapatkan versi autentiknya.
6. Celimpungan
Celimpungan memiliki kuah santan yang mirip dengan laksan, tetapi bentuk adonannya menyerupai bola-bola besar dari sagu dan ikan.
Rasanya gurih dengan aroma rempah yang lebih kaya.
Celimpungan sering muncul dalam acara keluarga atau perayaan adat Palembang.
Meski tinggi peminat, penjual celimpungan tidak sebanyak laksan.
Ini membuatnya menjadi salah satu kuliner khas yang harus dicari dengan teliti ketika berkunjung ke Palembang.
7. Burgo
Burgo adalah makanan khas Palembang berupa gulungan adonan tepung beras mirip kwetiau yang disajikan dengan kuah santan encer dan rempah.
Rasanya lembut dan sedikit gurih.
Baca Juga: Kuliner Jawa Tengah yang Hampir Punah! Cita Rasa Tradisi yang Kini Sulit Ditemukan
Burgo sering kali dijual bersama lakso dan laksan, karena bahan dasarnya hampir sama.
Burgo paling nikmat disantap saat pagi hari ditemani secangkir teh hangat.
Meski sederhana, hidangan ini menggambarkan kekayaan gastronomi Palembang yang kental dengan pengaruh Melayu.
8. Pindang Patin
Palembang terkenal dengan hidangan berbahan dasar ikan sungai, dan pindang patin adalah salah satu yang paling populer.
Baca Juga: Heboh Podcast DPRD Bekasi Capai Rp 540 Juta, Biaya Besar Tak Sejalan dengan Jumlah Penonton
Patin dimasak dengan kuah asam pedas khas Sumatra Selatan, menggunakan bahan seperti nanas, tomat, dan rempah lokal.
Kuahnya menyegarkan, tidak terlalu pedas, dan memiliki aroma ikan yang lembut.
Banyak wisatawan mengatakan bahwa pindang patin Palembang memiliki rasa berbeda dibandingkan pindang di provinsi lain.
9. Kue Maksuba
Kue maksuba adalah kue tradisional Palembang yang identik dengan acara besar dan hari raya.
Terbuat dari banyak telur bebek dan sedikit tepung, teksturnya padat dan lembut, dengan rasa legit yang kaya.
Pembuatan maksuba membutuhkan kesabaran, karena harus dipanggang berlapis-lapis.
Kue ini mencerminkan kemewahan kuliner zaman Kesultanan Palembang Darussalam. Wajar jika maksuba sering disebut sebagai “kue bangsawan”.
10. Srikaya Palembang
Srikaya adalah hidangan manis berbahan dasar santan, telur, dan pandan yang dikukus hingga mengental. Biasanya disajikan bersama roti atau ketan.
Rasanya manis lembut dengan aroma pandan yang khas.
Srikaya Palembang berbeda dari versi daerah lain karena teksturnya lebih halus dan aromanya lebih kuat.
Hidangan ini menjadi salah satu penutup paling digemari wisatawan.
Kekayaan Rasa yang Melekat pada Budaya Sriwijaya
Kuliner Palembang tidak lahir dalam waktu singkat.
Banyak hidangan yang merupakan hasil akulturasi budaya Melayu, Tionghoa, dan India yang sudah berlangsung sejak masa Kerajaan Sriwijaya.
Penggunaan bahan ikan sungai, rempah ringan, serta perpaduan rasa gurih-manis menjadi ciri khas yang tidak dimiliki kota lain.
Warisan rasa ini terus bertahan hingga kini karena masyarakat Palembang masih menjaga tradisi masak turun-temurun.
Banyak hidangan klasik tetap dipertahankan, bahkan di era serba cepat seperti sekarang.***




