POJOKSATU.id - Bekerja dari rumah atau work from home (WFH) memang menawarkan suasana yang lebih fleksibel.

Namun, tanpa rutinitas yang jelas, pekerjaan di rumah justru bisa terasa melelahkan dan membuat konsentrasi mudah buyar.

Televisi menyala, notifikasi ponsel terus masuk, pekerjaan rumah menunggu, belum lagi godaan untuk rebahan.

Wah, kalau tidak punya batas yang jelas, jam kerja bisa berantakan dan pekerjaan malah menumpuk.

Baca Juga: Perut Kembung, Sering Sendawa dan Kentut? Kenali Pemicu serta Cara Menguranginya

Karena itu, produktivitas selama WFH bukan hanya soal bekerja lebih lama.

Yang lebih penting adalah bagaimana mengatur ruang, waktu, komunikasi, serta kondisi tubuh supaya pekerjaan tetap berjalan tanpa mengorbankan kehidupan pribadi.

Mulai dengan membangun suasana kerja
Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menyediakan tempat khusus untuk bekerja.

Tidak harus ruangan besar. Meja sederhana di sudut rumah pun bisa digunakan selama cukup nyaman, memiliki pencahayaan yang baik, dan sirkulasi udara memadai.

Baca Juga: PPPK Penuh Waktu Diminta Bersiap, 500 Ribu Formasi PNS Diproyeksikan Dibuka pada 2027

Menata area tersebut seperti tempat kerja juga dapat membantu membangun suasana profesional.

Ketika berada di area kerja, fokus diarahkan pada pekerjaan, bukan aktivitas rumah tangga lainnya.

Komitmen terhadap pekerjaan juga perlu dibangun.

Meski tidak berada di kantor, tanggung jawab yang harus diselesaikan tetap sama.

Baca Juga: Satgas Citarum Harum Sektor 10 Patroli Dini Hari, Awasi Potensi Pembuangan Limbah di Karawang

Tentukan kapan harus bekerja dan berhenti
Jam kerja yang jelas membantu menjaga batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Jika biasanya bekerja pukul 09.00 hingga 16.00 saat berada di kantor, jadwal tersebut dapat tetap diterapkan ketika WFH.

Di luar waktu itu, gunakan kesempatan untuk melakukan aktivitas pribadi.

Membuat agenda harian juga bisa membantu.

Tentukan pekerjaan yang harus diselesaikan dan urutkan berdasarkan prioritas.

Baca Juga: Anggaran Rp39 Miliar di Perumdam Indramayu Dipersoalkan, GMHI Desak Penegakan Hukum Transparan

Bila pagi hari merupakan waktu ketika pikiran terasa lebih segar, pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dapat ditempatkan pada jam tersebut.

Singkirkan pengganggu konsentrasi
Gangguan kecil bisa membuat pekerjaan yang seharusnya selesai dalam waktu singkat menjadi lebih lama.

Notifikasi media sosial, televisi, hingga kebiasaan membuka ponsel berkali-kali dapat mengalihkan perhatian.

Cobalah mematikan notifikasi yang tidak diperlukan selama bekerja.

Televisi juga sebaiknya dimatikan jika justru membuat konsentrasi terpecah.

Baca Juga: PRABOWO BICARA KORUPSI DAN PENGHEMATAN RATUSAN TRILIUN, KINI TANTANGANNYA MEMBUKTIKAN UANG NEGARA KEMBALI KE RAKYAT

Nah, semakin sedikit distraksi, semakin mudah pula menjaga fokus pada pekerjaan.

Jangan bekerja tanpa jeda
Duduk di depan laptop dalam waktu lama bukan kebiasaan yang baik untuk dipertahankan.

Luangkan waktu untuk berdiri dan melakukan peregangan ringan.

Setelah duduk sekitar 30 menit, tubuh bisa digerakkan selama satu hingga dua menit dengan berjalan sebentar atau melakukan stretching sederhana.

Baca Juga: Pemerintah Alihkan Utang Proyek Whoosh dari PT KAI ke Kemenkeu Mulai 15 September 2026

Kebiasaan bergerak secara berkala membantu mengurangi waktu duduk terlalu lama yang dapat berkaitan dengan keluhan seperti nyeri pinggang serta masalah pada leher dan tulang belakang.

Tetap terhubung dengan rekan kerja
WFH bukan berarti harus bekerja sendirian tanpa komunikasi.

Koordinasi dengan rekan kerja tetap diperlukan agar pekerjaan berjalan sesuai target.

Komunikasi dapat dilakukan melalui chat, telepon, maupun video call sesuai kebutuhan.

Baca Juga: GURU HONORER MASUK BABAK BARU: BUKAN LAGI SEKADAR SOAL LULUS PPPK

Interaksi tersebut juga membantu menjaga kerja sama tim dan memudahkan penyampaian kendala kepada atasan.

Komunikasi yang rutin membuat anggota tim tetap mengetahui perkembangan pekerjaan masing-masing meskipun tidak berada dalam satu ruangan.

Sisihkan waktu untuk orang terdekat
Bekerja dari rumah terkadang membuat seseorang merasa jenuh karena rutinitas berlangsung di tempat yang sama setiap hari.

Untuk mengatasinya, jangan lupakan hubungan sosial.

Baca Juga: Oppo Find X10 Pro Max Bawa 3 Kamera 200 MP, Jadi HP Pertama dengan Konfigurasi 600 MP?

Berbincang dengan pasangan, keluarga, atau teman ketika waktu istirahat dapat membantu menyegarkan pikiran.

Sesekali keluar rumah setelah jam kerja juga bisa menjadi pilihan.

Menikmati kopi bersama teman atau sekadar berjalan-jalan dapat menjadi cara sederhana untuk mengubah suasana.

Rawat tubuh dan pikiran
Produktivitas akan lebih mudah dijaga ketika kondisi tubuh dan pikiran juga diperhatikan.

Baca Juga: Buntut Tewasnya Bambang di Pejompongan, Habib Bahar Tantang Preman-preman Jakarta, Lawan Ana

Pastikan makanan yang dikonsumsi tetap bergizi seimbang.

Aktivitas fisik secara rutin juga dapat dimasukkan ke dalam jadwal harian.

Waktu tidur dan istirahat pun jangan dikorbankan hanya karena pekerjaan dilakukan dari rumah.

Selain menjaga kondisi fisik, lakukan aktivitas yang menyenangkan untuk menjaga suasana hati.

Menjalankan hobi, berlibur, atau melakukan kegiatan perawatan diri dapat menjadi pilihan untuk mengurangi kejenuhan.

Baca Juga: Buntut Tewasnya Bambang di Pejompongan, Habib Bahar Tantang Preman-preman Jakarta, Lawan Ana

Ingat, WFH tetap membutuhkan batas
Kunci bekerja dari rumah bukan sekadar menyelesaikan sebanyak mungkin pekerjaan.

Ada keseimbangan yang perlu dijaga agar pekerjaan tidak mengambil seluruh waktu pribadi.

Ruang kerja, jadwal, komunikasi, waktu istirahat, dan aktivitas di luar pekerjaan perlu memiliki batas yang cukup jelas.

Dengan pola tersebut, WFH bisa menjadi rutinitas yang nyaman tanpa membuat produktivitas menurun.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Perketat Keselamatan Perlintasan, 27 Gardu Dibangun dan 8 Jalur Ilegal Ditutup

Bekerja dari rumah seharusnya bukan berarti hidup hanya berputar di antara laptop dan pekerjaan.

Memberi waktu untuk tubuh beristirahat, berbicara dengan orang terdekat, dan menikmati hal-hal sederhana justru bisa membuat pikiran kembali segar.

Produktif bukan tentang terus bekerja, melainkan tahu kapan harus fokus dan kapan memberi diri sendiri kesempatan untuk bernapas.***