POJOKSATU.id — Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus bersih dan aman untuk dikonsumsi.
Namun, di beberapa wilayah terutama dekat area pertanian intensif, sumber air berisiko tercemar residu pestisida yang terbawa melalui tanah, aliran sungai, maupun rembesan ke air tanah.
Paparan pestisida dalam air minum tidak selalu menimbulkan gejala langsung.
Baca Juga: Viral Truk Diduga Angkut Cairan Pupuk Bocor, Sopir Nekat Perbaiki Sendiri Sampai Kena Mukanya!
Justru, dampak paling berbahaya sering muncul secara perlahan setelah dikonsumsi dalam jangka panjang.
Salah satu efek yang paling dikhawatirkan adalah gangguan sistem hormon.
Beberapa jenis pestisida bersifat sebagai pengganggu endokrin yang dapat mengacaukan keseimbangan hormon tubuh.
Baca Juga: Sidang MK Soal MBG Memanas, Dosen Gugat Dana Pendidikan dan Singgung Hakim Adies Kadir
Kondisi ini berpotensi memicu masalah kesuburan, gangguan perkembangan pada anak, hingga perubahan metabolisme.
Selain itu, risiko kanker juga meningkat akibat paparan bahan kimia tertentu dalam pestisida.
Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi jangka panjang air tercemar dengan meningkatnya kemungkinan kanker darah, hati, maupun sistem limfatik, terutama bila paparan terjadi terus-menerus dalam dosis kecil.
Dampak lain yang tidak kalah serius adalah kerusakan sistem saraf.
Beberapa senyawa pestisida dapat memengaruhi fungsi otak dan saraf, menyebabkan gangguan memori, kesulitan konsentrasi, tremor, hingga penurunan fungsi kognitif bila terpapar dalam waktu lama.
Tidak hanya itu, gangguan organ vital seperti hati dan ginjal juga dapat terjadi.
Kedua organ ini bekerja menyaring racun dalam tubuh.
Paparan pestisida terus-menerus membuat organ harus bekerja lebih keras sehingga meningkatkan risiko kerusakan jaringan dan penurunan fungsi.
Pada anak-anak dan ibu hamil, dampaknya bisa lebih berat.
Paparan bahan kimia beracun berpotensi menyebabkan gangguan pertumbuhan, berat badan lahir rendah, hingga masalah perkembangan saraf pada janin.
Karena itu, menjaga kualitas air minum menjadi langkah penting.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu di Minahasa Utara, Kerja 4 Jam Sehari Digaji Rp 2 Juta! Tapi Ada Aturan Lainnya
Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain memastikan sumber air terlindungi dari limbah pertanian, menggunakan penyaring air yang sesuai, serta memeriksa kualitas air secara berkala terutama di wilayah rawan pencemaran.
Kesadaran terhadap bahaya pestisida dalam air bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga memerlukan pengawasan lingkungan yang ketat agar masyarakat terlindungi dari paparan jangka panjang yang merugikan kesehatan.***




