POJOKSATU.id - Penyakit infeksi emerging perlu mendapat perhatian khusus agar tidak semakin membahayakan tubuh atau bahkan hilang nyawa.

Penyakit infeksi emerging tidak hanya berpengaruh pada kesehatan masyarakat umum, tetapi juga berdampak pada aspek sosial dan ekonomi.

Penyakit infeksi emerging adalah penyakit lama yang sebelumnya mengalami wabah dan muncul kembali di wilayah yang sebelumnya tidak memiliki riwayat infeksi.

Penyakit infeksi emerging merupakan penyakit yang muncul dan menyerang suatu populasi untuk pertama kali atau sudah ada sebelumnya tapi mengalami peningkatan yang cepat.

Baca Juga: Waspada Penyakit Cacar Monyet! Pemerintah Kota Depok Keluarkan Surat Edaran Kewaspadaan

Peningkatan ini bisa dalam jumlah kasus baru di satu populasi maupun penyebarannya ke wilayah geografis yang baru (re-emerging infectious disease).

Penyakit infeksi emerging dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan parasit.

Beberapa kriteria penyakit infeksi emerging yaitu.

• Wabah penyakit yang sebelumnya tidak diketahui.

• Peningkatan pesat dan meluasnya jumlah kasus penyakit dalam jangka waktu 2 dekade terakhir.

• Kesulitan dalam mengendalikan penyebaran penyakit menular.

Baca Juga: Virus Monkeypox Mulai Menyebar ke Jawa Barat, 1 Orang Bogor Diisolasi karena Cacar Monyet

Jenis-jenis penyakit infeksi emerging dapat dibagi berdasarkan potensi risikonya menjadi tiga kategori.

Berikut ini adalah kategori penyakit infeksi emerging.

• Kategori A
Penyakit infeksi yang masuk dalam kategori A memiliki risiko paling tinggi karena patogennya dapat dengan mudah menular antar manusia.

Selain itu menyebabkan tingkat kematian tinggi, gangguan serius pada sistem kesehatan masyarakat, kepanikan publik, dan gangguan sosial.

Penyakit-penyakit tersebut antara lain pes, anthrax, botulism, cacar air, ebola, dan demam dengue.

Baca Juga: Amankah Makan Salmon Mentah? Ini 6 Cara Mengurangi Risiko Penyakit yang Terjadi

• Kategori B
Kategori B mencakup penyakit dengan risiko menengah.

Dapat dengan relatif mudah menyebar, menyebabkan tingkat kesakitan sedang, dan tingkat kematian yang rendah.

Penyakit-penyakit ini memerlukan peningkatan kapasitas diagnostik dan pemantauan penyakit.

Contoh penyakit dalam kategori B adalah hepatitis A, Japanese encephalitis, yellow fever, chikungunya, infeksi virus Zika, infeksi bakteri salmonella, listeria, dan tifus.

Baca Juga: Ancaman Mengerikan Virus Nipah dari India, Sudah Banyak Korban!

Kategori C
Penyakit infeksi dalam kategori C memiliki risiko tinggi untuk direkayasa menjadi ancaman diseminasi massal di masa depan.

Penyakit ini ditandai dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi serta dampak kesehatan yang signifikan.

Contoh penyakit dalam kategori ini yaitu rabies, tuberkulosis, virus Hendra, virus Nipah, virus Hanta, dan influenza.***