POJOKSATU.ID - Peningkatan kasus kejahatan siber melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat pengguna ponsel pintar.

Berbagai modus penipuan kini marak menggunakan pengiriman file berkirim pesan yang dapat merusak sistem maupun mencuri data pribadi.

Pengguna WhatsApp diimbau keras untuk tidak sembarangan mengklik atau mengunduh dokumen asing dari pengirim yang tidak dikenal.

File spam yang masuk kerap membawa bahaya laten mulai dari ancaman virus, trojan, malware, hingga risiko kerugian finansial.

Baca Juga: Evaluasi Kinerja Jadi Syarat Utama PPPK Paruh Waktu Diangkat Menjadi Penuh Waktu

Terdapat sepuluh jenis ekstensi file yang dinilai sangat berbahaya dan sering dimanfaatkan oleh oknum peretas.

Ekstensi berbasis aplikasi seperti file APK, EXE, dan JS berpotensi besar menjalankan kode jahat serta mengendalikan perangkat secara jarak jauh.

Sementara itu, file arsip terkompresi seperti ZIP, RAR, dan 7Z sering dimanfaatkan untuk menyembunyikan berkas berisiko tinggi.

Dokumen berformat dokumen makro seperti DOCM, XLSM, hingga file PDF palsu juga sering mengarahkan korban ke situs phishing.

Baca Juga: Kabar Baik TPG, Tunjangan Profesi Guru untuk Guru TK di Bekasi Mulai Cair Lewat Bank BJB

Bahkan file pintasan atau skrip sistem seperti LNK, HTA, HTML, BAT, hingga CMD dapat merusak data penting pengguna.

Untuk mencegah hal tersebut, pengguna disarankan untuk selalu memeriksa ekstensi file secara cermat sebelum mengkliknya.

Abaikan dan segera hapus pesan yang menjanjikan hadiah, uang, atau promo mencurigakan dari nomor yang tidak dikenal.

Penggunaan aplikasi antivirus terpercaya yang diperbarui secara berkala juga dapat memberikan perlindungan tambahan pada perangkat.

Langkah tegas berupa pemblokiran serta pelaporan nomor pengirim spam sangat dianjurkan demi menjaga keamanan ekosistem digital bersama.

Melalui kewaspadaan yang konsisten, masyarakat dapat terhindar dari potensi pencurian data serta penipuan digital yang merugikan.***