POJOKSATU.id - Di Indonesia pemandangan rumah-rumah dengan atap nya yang masih pakai asbes adalah hal yang wajar.
Hal tersebut bahkan sering dijumpai di berbagai wilayah, sebab harganya yang sangat terjangkau dan mudah untuk dipasang.
Kendati demikian, ternyata penggunaan asbes sebagai atap rumah memiliki dampak negatif bagi kesehatan tubuh.
Dipaparkan Ketua Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI) dr. Eddy, MS (OH), bahwa bahan asbestos sebagai material atap rumah perlu dihindari.
Baca Juga: Pengacara Beberkan Kondisi Keluarga Agnes Gracia yang Sakit-sakitan, Ayah Stroke, Ibu Paru-paru
Sudah terbukti dengan banyaknya kasus kanker paru yang dikaitkan dengan kejadian pemakaian atap asbestos di kediamannya.
Dikutip laman Mesothalioma Center, Asbes adalah mineral karsinogenik, Ini terdiri dari serat fleksibel yang tahan terhadap panas, listrik dan korosi.
Kualitas ini membuat mineral bermanfaat dalam banyak produk, Mereka juga berkontribusi terhadap toksisitas paparan asbes.
Bahan konstruksi mengandung asbes karena merupakan isolator yang efektif. Asbes dalam kain, kertas, semen, plastik, dan bahan lainnya membuatnya lebih kuat.
Menghirup atau menelan asbes menyebabkan serat terperangkap di dalam tubuh.
Baca Juga: Wamenkes Sambut Baik Pembangunan RS Khusus Paru di Sumut
Selama beberapa dekade, serat asbes yang terperangkap dapat menyebabkan peradangan, jaringan parut, dan kanker.
Paparan asbes adalah penyebab utama mesothelioma. Asbes juga menyebabkan penyakit paru progresif yang disebut asbestosis.
Maka dari itu, dokter Eddy mengingatkan agar masyarakat selalu memahami lebih dulu terkait material bangunan yang akan digunakan di kediamannya.
Jika terkandung bahan asbestos maka lama kelamaan akan terhirup dan tertimbun di tubuh dan menyebabkan kanker.***



