POJOKSATU.id - Minuman bersoda akhir akhir ini seolah menjadi tren dikalangan anak muda, namun tahukah kalian, ternyata, mengkonsumsi soda tiap hari, akan berbahaya bagi kesehatan tubuh, dan dapat merusak tren body goals.
Soda merupakan air yang mengandung karbondioksida atau CO2, sehingga soda memiliki kadar gula yang sangat tinggi.
Sedangkan, Menurut American Heart Association (AHA), mengonsumsi gula disarankan kurang dari 25 gram untuk perempuan dan kurang dari 36 gram untuk pria dalam sehari.
Baca Juga: Rahasia Terungkap! Tubuh Akan Mengalami Hal Ini Jika Rutin Konsumsi Minuman Soda Setiap Hari
Dalam satu kaleng soda mengandung sekitar 39 gram. Dengan mengonsumsi satu kaleng soda sudah melebihi anjuran gula harian kamu.
Hal ini bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh dan dapat dengan mudah merusak body goal kalian.
Nah berikut, beberapa informasi, yang terjadi pada kondisi tubuh, jika mengkonsumsi soda setiap harinya:
1. Merusak Kesehatan Gigi dan Mulut
Bahaya minuman soda yang perlu diwaspadai yakni merusak kesehatan gigi.,soda mengandung asam fosfat dan karbonat. Asam tersebut menciptakan lingkungan asam di mulut, sehingga bisa merusak gigi.
Selain merusak gigi, soda juga berdampak buruk pada kebersihan mulut, seperti perubahan pada air liur dan gusi.
Air liur berperan penting dalam menjaga kesehatan mulut karena bisa menetralkan asam di mulut dan menetralkan asam di mulut dan membersihkan partikel makanan serta bakteri.
Soda bisa menurunkan produksi air liur sehingga membuat mulut menjadi sulit melawan bakteri yang berbahaya.
Gula dan asam yang terdapat pada soda bisa mengiritasi dan membuat peradangan pada gusi, sehingga menyebabkan pembengkakan, pendarahan, dan resesi gusi.
Baca Juga: Derita Asam Urat? Ini 7 Makanan dan Minuman yang Bisa Turunkan Asam Urat!
2. Berbahaya Untuk Ginjal
Tidak hanya merusak kesehatan gigi dan mulut, minuman bersoda juga dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh.
Hal ini bisa menyebabkan terbentuknya kristal di ginjal, sehingga menyebabkan batu ginjal yang membahayakan.
Batu ginjal merupakan endapan keras, yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal dan dapat menimbulkan rasa sakit jika dikeluarkan.
Namun jika mengkonsumsi soda setiap hari, batu ginjal tersebut harus dikeluarkan, jika suda mencapai tingkatan penyakit ginjal kronis.
Baca Juga: Ini Alasan Dilarang Meniup Makanan dan Minuman Saat Masih Panas, Ternyata Menakjubkan!
3. Berat Badan Bertambah
Penambahan berat badan biasanya menjadi satu hal yang paling dibenci oleh Wanita, namun jika minuman soda dikonsumsi setiap hari, maka dengan sangat mudah, minuman ini akan membuat berat badan bertambah.
Sebab, setiap kaleng soda mengandung sekitar 150 hingga 200 kalori.
Kalori yang tinggi tersebut bisa menyebabkan penambahan berat badan yang cukup signifikan, jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik.
Namun, menurut Penelitian dari International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity mengemukakan, aktivitas fisik yang dilakukan ketika waktu senggang tidak dapat mengimbangi kenaikan berat badan akibat mengonsumsiminuman bersoda.
Jadi, apabila para wanita ingin menjaga kualitas tubuh yang Body Goals, mengurangi minuman bersoda menjadi Langkah yang paling tepat.
4. Peningkatan Resiko Diabetes
Konsumsi soda secara rutin bisa menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin.
Jika kondisi ini terus terjadi akan mengakibatkan resistensi insulin, yang bisa menimbulkan diabetes tipe 2.
Penelitian yang diterbitkan jurnal Diabetes Care menunjukkan, orang yang setiap hari minum-minuman manis, seperti soda bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 26 persen.
Studi lain dari Diabetes Care pada 2019 menemukan, risiko diabetes bagi kamu yang mengonsumsi minuman manis setiap hari meningkat sebesar 16 persen dalam kurun waktu empat tahun.
Baca Juga: Unik! Mulai Dengan Modal 10 Juta, Bisnis Minuman 'SPBU Susu' Pertamilk Cepat Hasilkan Cuan
5. Kerusakan Fungsi Otak
Minuman bersoda umumnya telah ditambahkanpemanis buatan, seperti aspartam yang mengandung fenilalanin.
Jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka waktu lama, dapat meningkatkan risiko terjadi kerusakan otak, keterbelakangan mental, kejang, dan masalah kesehatan lain pada penderita gangguan genetikfenilketonuria.
Tes darahumumnya dilakukan untuk mendeteksi apakah seseorang menderita gangguan tersebut. Konsumai minuman dengan kandungan aspartam dalam dosis tinggi dapat menyebabkan peningkatan kadar fenilalanin di otak secara signifikan.
Dengan begitu, yuk kita kurangi konsumsi minuman bersoda, agar kesehatan tubuh tetap terjaga, sekaligus mempertahankan body goal yang kini sedang ngetran.***



