POJOKSATU.ID - Pernahkah merasa ada yang janggal dengan sebuah lowongan kerja yang diumumkan oleh perusahaan.

Meskipun gaji yang ditawarkan menarik, namun ada beberapa kalimat atau frasa yang membuat ragu untuk melamar pekerjaan.

Banyak pencari kerja seringkali terjebak oleh "red flag" atau tanda bahaya yang tersembunyi di dalam deskripsi pekerjaan.

"Red flag" ini bisa menjadi petunjuk bahwa perusahaan tersebut memiliki budaya kerja yang kurang sehat atau bahkan eksploitatif. 

Baca Juga: PENTING! Catat di Tanggal 17 November 2024: Pendaftaran PPPK II Dibuka dan Pengumuman Hasil SKD CPNS

Untuk membantu menghindari jebakan tersebut, berikut adalah beberapa "red flag" yang umum ditemukan pada lowongan kerja menurut Ardianto Setyawan.

1. Urgently Required

Kalimat "urgently required" memang terdengar menarik karena seolah-olah perusahaan sangat membutuhkan. 

Namun, di balik kata-kata tersebut, bisa jadi ada masalah yang lebih dalam, misalnya pergantian karyawan yang sering.

Baca Juga: Hasil Akhir Indonesia vs Jepang dengan Skor Telak 4-0, Harapan Lolos ke Piala Dunia 2026 Makin Remang

Perusahaan mungkin mengalami masalah dalam mempertahankan karyawan sehingga seringkali harus mencari pengganti dalam waktu singkat.

Posisi yang dilamar mungkin memiliki beban kerja yang sangat tinggi sehingga perusahaan kesulitan mencari kandidat yang tepat.

Bisa jadi ada masalah internal di perusahaan yang menyebabkan posisi tersebut kosong mendadak.

2. Bersedia Bekerja Lembur

Kebijakan lembur memang umum di banyak perusahaan namun waspada ekploitasi karyawan yang berlebihan. 

Namun, jika persyaratan "bersedia bekerja lembur" terlalu sering muncul, bahkan pada akhir pekan atau hari libur, sebaiknya waspada. 

Ini bisa menjadi tanda bahwa perusahaan memiliki peraturan manajemen waktu yang buruk.

Perusahaan tidak mampu mengatur waktu dan sumber daya dengan baik sehingga seringkali terjadi overload kerja.

Baca Juga: Tanggal 16 November Diperingati Sebagai Hari Toleransi Internasional!

Bahkan perusahaan mungkin tidak menghargai waktu istirahat karyawan dan cenderung mengeksploitasi tenaga kerja.

3. Usia Maksimum 25 Tahun, IPK di Atas 3.5, Fresh Graduate

Syarat yang terlalu spesifik seperti ini bisa menjadi indikasi bahwa kemungkinan gaji yang ditawarkan tidak sesuai.

Perusahaan mencari karyawan yang berkualitas tinggi namun tidak bersedia memberikan gaji yang kompetitif.

Baca Juga: Revolusi Transportasi Ramah Lingkungan Bisa Atasi Kemacetan Jakarta

Namun mungkin juga perusahaan lebih fokus pada karyawan yang sudah berpengalaman daripada memberikan kesempatan bagi fresh graduate untuk berkembang.

Dengan kata lain kemungkinan kurangnya kesempatan pengembangan karir pada perusahaan tersebut.

4. Memiliki SIM A 

Jika persyaratan memiliki SIM A muncul pada lowongan yang tidak berhubungan langsung dengan transportasi, sebaiknya bertanya lebih lanjut.

Bisa jadi karyawan akan diminta untuk menjalankan tugas-tugas yang tidak sesuai dengan deskripsi pekerjaan.

Perusahaan mungkin meminta untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk keperluan pekerjaan tanpa adanya kompensasi yang layak.

5. Mampu Bekerja di Bawah Tekanan

Sebenarnya bekerja di bawah tekanan memang sudah menjadi hal yang biasa pada setiap pekerjaan. 

Namun, jika kalimat "mampu bekerja di bawah tekanan" terlalu sering muncul, ini bisa menjadi tanda bahwa lingkungan kerja yang tidak sehat.

Baca Juga: TERKEJUT! Dua Daerah Umumkan Hasil SKD CPNS Lebih Awal, Peserta Berebut Posisi ke Tahap SKB

Perusahaan memiliki budaya kerja yang terlalu kompetitif dan stres serta tidak mampu mengatur deadline dan prioritas pekerjaan dengan baik.

Red flag pada lowongan kerja memang seringkali sulit dideteksi namun memilih pekerjaan adalah keputusan yang penting.

Dengan pengetahuan yang cukup dapat meminimalisir risiko memilih perusahaan yang tidak tepat. 

Jangan terburu-buru dan selalu pertimbangkan semua faktor sebelum membuat keputusan.***