POJOKSATU.id – Malam Lailatul Qadar pada bulan Ramadan merupakan malam yang penuh rahmat, keberkahan, dan kemuliaan. Malam ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh malam-malam lainnya.
Karena keutamaannya yang sangat besar, umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan dengan harapan dapat bertemu malam Lailatul Qadar.
Dalam buku Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunnah Rekomendasi Rasulullah karya Amirulloh Syarbini dkk, dijelaskan bahwa pada sepuluh malam terakhir Ramadan, umat Islam berusaha mencari satu malam yang sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih mulia dibandingkan seribu bulan.
Baca Juga: Garda Revolusi Iran Umumkan Siap Perang Jangka Panjang Lawan Israel dan AS, Senjata Baru Diproses
Begitu dahsyatnya malam ini sehingga Allah SWT menggambarkannya secara khusus dalam Al-Qur’an.
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِۚ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍ
Innā anzalnāhu fī lailatil qadr. Wa mā adrāka mā lailatul qadr. Lailatul qadri khairun min ألفi syahr.
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”
Baca Juga: Dewan Pers Larang Wartawan Meminta THR ke Instansi, Surat Imbauan Segera Diterbitkan
Pengertian Malam Lailatul Qadar
Sebelum memahami keutamaan dan keuntungan malam Lailatul Qadar, penting untuk mengetahui terlebih dahulu maknanya menurut para ulama.
Dalam buku Kupas Tuntas Puasa karya AK. Mustafit dijelaskan beberapa pandangan para pakar tentang arti Lailatul Qadar.
Menurut Al-Zuhri, kata Al-Qadar berarti keagungan, kebesaran, kemuliaan, dan kedudukan yang tinggi.
Ibnu Qutaibah menjelaskan bahwa Al-Qadar berarti hukum atau ketentuan bagi segala sesuatu yang terjadi.
Sementara itu, Sayyid Qutb menafsirkan Al-Qadar sebagai takdir, ketetapan, atau nilai yang telah ditentukan oleh Allah SWT.
Baca Juga: Promo Lebaran Garuda Indonesia, Diskon Tiket Pesawat hingga 20 Persen Pakai Kode MUDIK26
Buya Hamka menjelaskan bahwa Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan yang sangat tinggi karena pada malam itulah malaikat Jibril pertama kali menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam kitab Misykatul Anwar disebutkan bahwa kata Al-Qadar juga dapat berarti sempit. Makna ini merujuk pada banyaknya malaikat yang turun ke bumi pada malam tersebut sehingga bumi terasa “penuh”.
Allah SWT berfirman:
اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Innī a‘lamu mā lā ta‘lamūn.
Artinya: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 30).
Syeikh Muhammad Abduh menjelaskan bahwa malam ini dinamakan Lailatul Qadar karena pada malam tersebut Allah mulai menurunkan ketentuan agama-Nya serta memberikan aturan bagi Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan risalah kepada manusia.
Imam Nawawi juga menyebutkan bahwa keutamaan Lailatul Qadar diberikan secara khusus kepada umat Nabi Muhammad SAW, tidak kepada umat-umat sebelumnya.
Dalam kitab Durratun Nasihin dijelaskan bahwa pada malam Lailatul Qadar Allah menetapkan berbagai urusan penting seperti rezeki, ajal, dan berbagai peristiwa yang akan terjadi selama satu tahun ke depan.
Baca Juga: Komdigi Atur Batas Usia Akses Internet Anak, Berlaku 28 Maret 2026, Targetnya Platform Digital
Kapan Terjadinya Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar terjadi pada bulan Ramadhan, khususnya pada sepuluh malam terakhir.
Rasulullah SAW bersabda:
“Carilah malam Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, malam tersebut kemungkinan terjadi pada tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan.
Bahkan Rasulullah SAW juga pernah menegaskan agar umat Islam tetap mencarinya meskipun dalam kondisi lemah.
“Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari terakhir.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis lain disebutkan:
“Aku keluar untuk memberitahukan kepada kalian tentang Lailatul Qadar, tetapi ada dua orang yang berdebat sehingga pengetahuan itu diangkat. Carilah pada malam 29, 27, dan 25.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan bahwa waktu pasti Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Allah agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Keuntungan Malam Lailatul Qadar
Keutamaan malam Lailatul Qadar sangat besar bagi umat Islam. Dalam buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah Superkomplet disebutkan beberapa keistimewaan malam ini.
1. Mendapatkan Berkah dari Allah SWT
Orang yang beribadah pada malam Lailatul Qadar akan mendapatkan keberkahan yang besar dari Allah SWT.
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ
Innā anzalnāhu fī lailatin mubārakah.
Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.” (QS. Ad-Dukhan: 3)
2. Diampuni dosa-dosa
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa mengerjakan ibadah pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari).
3. Mendapat pahala yang sangat besar
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ مَنْ قَامَهُ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ
Inna man qāmahu īmānan wahtisāban ghafarallāhu lahu mā taqaddama min dzanbihi wa mā ta’akhkhar.
Artinya: “Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.” (HR. Ahmad dan Tabrani)
Doa Malam Lailatul Qadar
Pada malam Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, salah satunya doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku.” (HR. Ibnu Majah).
Malam Penuh Kemuliaan yang Dinanti
Lailatul Qadar bukan hanya tentang pahala yang berlipat ganda, tetapi juga tentang kesempatan memperbaiki diri dan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. ***




