POJOKSATU.id — Memasuki musim hujan, risiko banjir di berbagai daerah di Indonesia tentu meningkat.

Oleh karena itu, menyiapkan tas siaga bencana jadi langkah penting agar kamu dan keluarga tetap aman ketika harus mengungsi atau menghadapi kondisi darurat.

Tas ini idealnya berisi perlengkapan yang bisa mendukung kebutuhan selama 72 jam pertama.

Baca Juga: 1,2 Juta Ruang Kelas Rusak! Kemendikdasmen Bergerak, Revitalisasi Jadi Misi Darurat

Hal pertama yang wajib disiapkan adalah dokumen penting. Simpan salinan KTP, KK, akta lahir, kartu BPJS, hingga daftar kontak darurat dalam kantong kedap air.

Dokumen-dokumen ini akan sangat membantu jika kamu harus mengungsi atau membutuhkan layanan publik.

Perlengkapan P3K dan kesehatan juga tak kalah penting. Sediakan obat pribadi, antiseptik, plester luka, paracetamol, obat diare, dan masker medis.

Baca Juga: KPM Baru Protes! BPNT Tahap 4 Cair Sejak 13 November di KKS BNI, Tapi Banyak Daerah Belum Terjangkau Pencairan

Tambahkan tisu basah dan hand sanitizer untuk menjaga kebersihan selama akses air terbatas.

Untuk kebutuhan sehari-hari, siapkan makanan dan minuman siap konsumsi seperti biskuit, roti, atau makanan kaleng.

Tambahkan air minum minimal dua liter per orang serta peralatan makan sederhana. Jika memungkinkan, bawalah tablet penjernih air sebagai cadangan.

Baca Juga: Cut Off BPNT Tahap 4, KKS BNI Harus Cair Sebelum 15 Desember 2025, KPM Baru Wajib Cek Sekarang Sebelum Kena RIsiko

Jangan lupa menyiapkan pakaian ganti yang ringan, cepat kering, serta jas hujan, jaket antiair, dan selimut darurat.

Lengkapi juga dengan kaus kaki cadangan dan sarung yang bisa dipakai multifungsi.

Di sisi lain, perlengkapan teknologi seperti senter, baterai cadangan, powerbank penuh, dan radio portable sangat membantu untuk memantau informasi dari BPBD atau BMKG.

Baca Juga: PKH Tahap 4 Berjalan, Tapi 8000 KPM Hilang dari Sistem Tak Lagi Dapat PKH, Dampak Transisi IKD Mulai Terasa

Peluit darurat juga penting untuk meminta pertolongan dalam situasi tertentu.

Tambahan lain seperti uang tunai, korek kedap air, tali serbaguna, buku kecil, dan pisau lipat bisa menjadi penyelamat dalam kondisi terdesak.

Bagi keluarga dengan anak kecil, bayi, lansia, atau anggota disabilitas, tas siaga bencana perlu disesuaikan lagi.

Misalnya menyediakan popok, susu formula, selimut bayi, obat rutin, atau alat bantu seperti tongkat dan kacamata cadangan.

Baca Juga: Ditjenpas Sosialisasi Pengembangan Karir Jabatan Fungsional Pembina Keamanan dan Pengamanan Kemasyarakatan

Agar tetap siap, tas siaga bencana sebaiknya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau dan dicek ulang setiap tiga bulan untuk memastikan semua perlengkapan masih layak pakai.

Dengan persiapan yang matang, kamu bisa lebih tenang menghadapi musim hujan dan mengantisipasi risiko banjir.***