POJOKSATU.id, SAAT ini, suplemen atau vitamin menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Baik itu untuk mendukung sistem imun, menjaga kesehatan kulit, atau memperbaiki kondisi tubuh lainnya.
Hampir semua orang atau bahkan keluarga kita, mengonsumsinya setiap hari. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya, apakah tubuh kita benar-benar membutuhkan suplemen ini setiap hari?
Dan, jika memang dibutuhkan, kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsi vitamin? Jangan-jangan, selama ini suplemen yang kamu minum malah terbuang sia-sia melalui urin!
Menurut Cece, seorang apoteker, vitamin adalah zat organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil untuk mendukung fungsi tubuh yang normal. Vitamin ini tidak diproduksi oleh tubuh, atau hanya diproduksi dalam jumlah terbatas, sehingga kita sering kali membutuhkan tambahan dari luar.
Baca Juga: Terjebak Luapan Air saat Mandi di Sungai, 7 Bocah Nyaris Hanyut, Evakuasi Berlangsung Dramatis
Sumber utama vitamin biasanya berasal dari makanan, tetapi terkadang kita kekurangan asupan tertentu, sehingga membutuhkan suplemen untuk mencapainya.
Namun, apakah semua orang memerlukan suplemen setiap hari? Jawabannya, tidak. Pola makan yang seimbang dengan asupan empat sehat lima sempurna sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
Sayangnya, tidak semua orang mampu menjaga pola makan yang seimbang setiap hari. Makanan yang kita konsumsi sering kali kekurangan nutrisi penting, seperti protein, serat, atau lemak, sehingga suplemen menjadi solusi tambahan.
Lalu, kapan seseorang benar-benar membutuhkan suplemen? Orang yang menjalani diet yang tidak seimbang, seperti diet tinggi protein atau diet vegetarian, cenderung memerlukan suplemen tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Baca Juga: Kompol Anumerta Ulil Anshari Dimakamkan di Makassar, Brigjen TNI Elphis: Kami Diajarkan Mengampuni
Selain itu, orang dengan kondisi medis tertentu, seperti osteoporosis, anemia, atau gangguan penyerapan nutrisi, juga memerlukan suplemen tambahan. Begitu pula dengan ibu hamil dan menyusui yang memerlukan asupan asam folat dan zat besi lebih banyak.
Tanda-tanda kekurangan vitamin bisa sangat jelas. Kulit yang kering dan bersisik, rambut yang rontok, atau gusi berdarah bisa menjadi gejala kekurangan vitamin A, B kompleks, C, atau zat besi.
Selain itu, kelelahan, nyeri sendi, dan gangguan pencernaan juga dapat menjadi tanda tubuh kekurangan vitamin atau mineral tertentu. Jika kamu mengalami gejala-gejala ini, segera periksa kadar vitamin di tubuhmu melalui tes laboratorium.
Namun, yang sering terlupakan adalah waktu yang tepat untuk mengonsumsi suplemen. Meskipun kita sering mengira bahwa suplemen bisa diminum kapan saja, ternyata ada waktu tertentu yang lebih optimal untuk penyerapan dan manfaat maksimal.
Misalnya, vitamin C sebaiknya diminum di pagi atau siang hari untuk mendukung sistem imun, sedangkan vitamin D yang larut lemak lebih baik dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang mengandung lemak untuk penyerapan yang lebih baik. Begitu pula dengan vitamin B kompleks, yang mendukung energi dan metabolisme tubuh, sebaiknya diminum menjelang aktivitas.
Selain itu, beberapa suplemen lainnya seperti magnesium sebaiknya dikonsumsi malam hari sebelum tidur karena memberikan efek relaksasi, sementara kalsium dan zinc lebih baik dikonsumsi pada pagi atau siang hari.
Kunci utamanya adalah mencocokkan waktu konsumsi dengan jenis suplemen yang kita minum agar tubuh dapat menyerapnya dengan lebih efektif.
Walaupun aman untuk mengonsumsi suplemen setiap hari, penting untuk mengikuti dosis yang dianjurkan. Jangan sampai tergoda untuk mengonsumsi suplemen lebih banyak dari yang dibutuhkan, karena kelebihan vitamin, terutama yang larut lemak, bisa berisiko menumpuk di tubuh dan menyebabkan toksisitas.
Konsumsi vitamin dengan bijak, sesuai dengan kebutuhan tubuh, dan jika kamu memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. ***



