POJOKSATU.id, TEPUK Sakinah belakangan ini viral di media sosial. Gerakan sederhana yang disertai yel-yel ini ramai diperbincangkan, setelah diterapkan dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Kementerian Agama (Kemenag) bagi calon pengantin.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyampaikan tujuan utama Tepuk Sakinah adalah agar calon pengantin memiliki pemahaman utuh mengenai pilar-pilar penting dalam pernikahan yang dapat membangun keluarga sakinah.

Berdasarkan data Kemenag 2024, angka perceraian mencapai 466.359 kasus, sedangkan perkawinan tercatat sebanyak 1.478.424 kejadian.

Baca Juga: Honor Pad X9a Resmi Hadir di Indonesia, Tablet Ringkas dengan Performa Rasa PC

Thobib berharap dengan adanya Tepuk Sakinah, angka perceraian yang cenderung tinggi di Indonesia bisa ditekan.

Thobib menegaskan, calon pengantin tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai penting dalam membangun rumah tangga.

“Oh iya kalau itu ya (menekan angka perceraian), artinya kan bahwa keluarga itu memiliki pemahaman yang utuh terkait dengan bagaimana membangun keluarga sakinah itu dengan menghafalkan pilar itu,” jelasnya.

Baca Juga: Hera Lubis Polisikan Akun Ferry Irwandi, tak Terima Difitnah jadi Dalang Demo Rusuh Akhir Agustus, Sempat Dapat Ancaman di DM

Ia menambahkan bahwa Tepuk Sakinah bukan menjadi sesuatu yang wajib dihafalkan setiap calon pengantin.

Gerakan ini lebih sebagai strategi untuk mencairkan suasana atau ice breaking selama pelatihan Bimwin.

“Jadi tidak menjadi sebuah keharusan yang harus semuanya hafal, hanya strategi saja untuk dalam pelatihan-pelatihan dalam bimbingan keluarga sakinah,” ujar Thobib dikutip, Kamis, 25 September 2025.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Alimatul Qibtiyah, menjelaskan bahwa Tepuk Sakinah diciptakan oleh Tim Instruktur Nasional Bina Keluarga Sakinah.

Baca Juga: Sempat Kepergok Penjarah di Rooftop, Sahroni Lolos Lumuri Mukanya dengan Tanah, Netizen Tak Percaya

Menurutnya, gerakan ini dipilih sebagai metode penyampaian nilai pilar-pilar keluarga sakinah secara menyenangkan dan membahagiakan.

“Tepuk ini dipilih sebagai sebuah strategi untuk menyampaikan nilai dari pilar-pilar keluarga sakinah kepada calon pengantin,” ujarnya melalui akun media sosial pribadi @alimatul_qibtiyah yang diakses Jumat, 26 September 2025.

Bantu tulis tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.

Akses artikel bisa dibaca melalui apps kami:

Prof Alimatul berharap Tepuk Sakinah digunakan agar nilai-nilai keluarga dipahami dengan cara yang menyenangkan dan membahagiakan. ***