POJOKSATU.id - Lebaran selalu identik dengan momen silaturahmi, foto keluarga, hingga outfit terbaik yang dipersiapkan jauh-jauh hari.
Di tengah semarak tren modest fashion yang terus berkembang, media sosial seperti TikTok dan Instagram kembali melahirkan istilah unik yang langsung viral, yakni Kerudung Jahat.
Istilah ini bukan bermakna negatif. Dalam dunia fashion, kata “jahat” justru dipakai untuk menggambarkan tampilan yang terlalu cantik, terlalu memikat, bahkan sampai membuat orang pangling dalam sekejap.
Baca Juga: Pendaftaran SPAN-PTKIN 2026 Ditutup MALAM INI Pukul 23.59 WIB, UIN Jakarta Buka 30 Prodi Unggulan
Tren ini diprediksi akan semakin mendominasi Lebaran 2026 karena mampu memberikan sentuhan elegan yang effortless, sekaligus mempertegas bentuk wajah secara halus namun signifikan.
Tak heran jika banyak pencinta fashion muslimah mulai menjadikannya andalan untuk tampil standout tanpa terlihat berlebihan.
Apa Itu “Kerudung Jahat”?
“Kerudung Jahat” merupakan sebutan populer untuk model hijab pashmina yang mampu mengubah keseluruhan tampilan menjadi jauh lebih menawan.
Julukan ini muncul dari kreativitas pemilik akun TikTok Aditi Opp dengan username @aditiopp_. Ia memberi label unik pada tren fashion yang sedang naik daun tersebut.
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Batas Usia Profesor 70 Tahun, Permohonan Profesor Emeritus Ditolak
Dalam konteks kecantikan, kata “jahat” digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang efeknya luar biasa cantiknya, auranya kuat, dan hasil akhirnya membuat terpukau.
Jadi, kerudung jahat merujuk pada pashmina yang saat dikenakan mampu menonjolkan fitur wajah secara maksimal, menciptakan kesan elegan, anggun, sekaligus modern.
Karakteristik Bahan yang Jadi Andalan
Secara teknis, model ini biasanya menggunakan pashmina panjang berbahan viscose atau ceruty. Kedua material ini punya karakter yang sangat mendukung tampilan menjuntai saat Lebaran.
Baca Juga: Usia Pendaftaran Tugas Belajar Diperpanjang, Dosen Kini Punya Kesempatan Lebih Luas
- Pertama, flowy dan jatuh sempurna. Tekstur kain yang lembut mengikuti gerakan tubuh, menciptakan kesan anggun di setiap langkah.
- Kedua, ringan serta adem dipakai seharian. Silaturahmi Lebaran identik dengan aktivitas berpindah dari satu rumah ke rumah lain. Bahan viscose dan ceruty terkenal breathable sehingga tetap nyaman meski dipakai lama.
- Ketiga, mudah dibentuk dan tidak terlalu licin. Lilitan tetap rapi tanpa perlu banyak jarum pentul, membuat tampilan terlihat clean dan praktis.
Baca Juga: 7 Hari Evaluasi MBG Temanggung, Transparansi Jadi Sorotan Usai Dugaan Makanan Tak Layak
Kenapa Diprediksi Meledak di Lebaran 2026?
Daya tarik terbesar kerudung jahat adalah kemampuannya menciptakan efek visual wajah yang lebih tirus.
Teknik styling biasanya membingkai bagian dahi dengan rapi, lalu sisi panjang pashmina dibiarkan menjuntai simetris.
Ilusi yang dihasilkan membuat garis wajah tampak lebih tegas dan proporsional. Tampilan akhirnya terlihat chic, dewasa, dan effortless tanpa kesan berlebihan.
Efek inilah yang membuat tren ini digadang-gadang menjadi primadona Lebaran 2026.
Gaya ini identik dengan lilitan yang mengikuti bentuk kepala secara presisi. Bagian depan menempel lembut di garis dahi, sementara sisi samping dan belakang dibiarkan jatuh memanjang untuk memberikan dimensi.
Baca Juga: ITB Perkuat Kemitraan dengan Media, Buka Beasiswa untuk Wartawan, Seleksi Dimulai Maret
Cocok Dipadukan dengan Outfit Apa?
Kerudung jahat fleksibel untuk berbagai gaya busana Lebaran, seperti gamis polos dengan cutting A-line, tunik minimalis warna earth tone, kaftan modern dengan detail clean, hingga dress satin atau silk yang mengilap lembut.
Warna netral seperti cream, mocca, sage, dusty pink, hingga charcoal menjadi favorit karena semakin memperkuat kesan elegan saat dikenakan. ***




