POJOKSATU.Id - Hasil penelitian dari Kanada mengungkap bahwa generasi muda yang gemar menggunakan vape memiliki potensi dua kali lebih besar untuk mengalami stres kronis yang menghantui generasi muda secara terus-menerus.
Studi sebelumnya telah membuka jendela tentang dampak vaping pada kesejahteraan fisik dan mental generasi muda.
Dalam penelitian ini, peneliti dengan antusias mengeksplorasi hubungan yang lebih dalam antara vaping, kesehatan mental, dan kualitas hidup di kalangan generasi muda.
Baca Juga: Manfaat Olahraga Teratur untuk Kesehatan Fisik dan Mental
Dalam penelitian ini, data yang digunakan berasal dari Survei Tindakan Kesehatan Kanada. Dari 905 peserta yang berusia antara 15 hingga 30 tahun.
Sebanyak 115 orang (12,7 persen) mengaku sebagai pengguna rokok elektrik atau vape.
Hasil data ini menggambarkan bahwa meskipun generasi muda yang menggunakan vape cenderung lebih aktif secara fisik secara keseluruhan.
Generasi muda seringkali melaporkan mengalami tingkat stres yang ekstrem.
Dr. Teresa To, seorang ilmuwan senior di The Hospital for Sick Children (SickKids) yang juga menjadi peneliti dalam studi ini.
Baca Juga: Sedentary Lifestyle: Ancaman Kesehatan Akibat Kegiatan Pasif
Menjelaskan bahwa stres kronis memiliki potensi untuk memicu kondisi kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.
Teresa menekankan pentingnya memberikan dukungan sejak dini kepada generasi muda yang mengalami stres kronis.
Agar mereka para generasi muda tidak beralih ke mekanisme koping yang tidak sehat seperti vaping atau merokok.
Ia juga menegaskan bahwa vaping bukanlah cara yang efektif untuk mengatasi stres. Sebaliknya, stres dan kecemasan bisa memicu dorongan untuk menggunakan vape.
Yang membuat sulit bagi pengguna untuk berhenti, seperti yang dilaporkan oleh Study Finds pada Selasa (12/9/2023).
Teresa menjelaskan bahwa dalam penelitian ini, mereka mempertimbangkan faktor-faktor yang diketahui memengaruhi tingkat stres.
Termasuk pendapatan, konsumsi alkohol, serta masalah kesehatan seperti asma dan diabetes.
Teresa menambahkan, "Kami tidak memiliki penjelasan pasti mengapa anak muda yang menggunakan rokok elektrik cenderung lebih aktif secara fisik.
Namun, kemungkinan mereka mencoba mengendalikan berat badan dengan berolahraga dan mungkin percaya bahwa vaping dapat membantu dalam hal ini."
Baca Juga: Netizen Wajib Tahu! Tantangan Kesehatan Mental dalam Era Media Sosial
Penelitian juga mengungkap bahwa pengguna vape muda ternyata memiliki kualitas hidup yang lebih rendah.
Tetapi, memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami tanda-tanda penurunan kesehatan, seperti tekanan darah tinggi.
Hal ini mungkin disebabkan oleh kesehatan fisik mereka yang baik secara keseluruhan.
Teresa menyoroti pentingnya penelitian jangka panjang untuk memahami dampak rokok elektrik terhadap kesehatan anak muda.
Dia menjelaskan bahwa stres dapat memicu stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh, yang berperan dalam risiko pengembangan kondisi kronis seperti asma, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.
Mengingat meningkatnya penggunaan rokok elektrik di kalangan anak-anak dan remaja, Teresa menegaskan kebutuhan untuk lebih banyak penelitian tentang dampak vaping guna meningkatkan kesadaran akan bahayanya.***



