POJOKSATU.id - Pisang adalah buah yang tinggi kandungan vitamin dan mineral, sehingga sangat populer sebagai bagian dari pola makan sehat.
Tak hanya itu, pisang juga mengandung senyawa antioksidan flavonoid yang telah terbukti berhubungan dengan penurunan risiko penyakit jantung yang penting.
Sementara itu, bunga tanaman pisang bisa dimanfaatkan sebagai sayuran, dan daun pisang yang kaya protein dapat digunakan sebagai pembungkus makanan.
Baca Juga: Strategi Kreatif Menanam Anggur di Lahan Terbatas dan Iklim Tropis Indonesia
Menanam pisang memang relatif sederhana dan dapat dilakukan di rumah, tetapi ada beberapa pedoman terkait penanaman dan pemindahan pohon pisang yang perlu diperhatikan untuk memastikan produksi buah yang berkualitas.
Berikut 5 cara menanam Pisang agar Cepat Berbuah.
1. Siapkan Lahan
Langkah pertama dalam menanam pisang adalah menyiapkan lahan yang sesuai.
Pisang dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, baik yang basah maupun yang kering, karena tanaman ini memiliki kemampuan untuk menyimpan air di dalam batangnya.
Namun, pastikan tanah tidak rentan terhadap erosi, yang dapat merusak tanaman pisang.
Lahan yang ideal harus memiliki kemampuan penyerapan air yang baik dan rendah salinitasnya, idealnya di bawah 0,07-0,09%.
Selain itu, hindari lahan yang sering terkena angin kencang, karena dapat merusak daun dan batang pisang.
Perhatikan juga tingkat ketinggian air tanah dan curah hujan yang sesuai untuk mencegah tergenangnya lahan.
2. Siapkan Bibit
Langkah berikutnya dalam menanam pisang adalah memilih bibit yang sesuai.
Ada dua jenis bibit anakan yang bisa Anda pilih, yaitu bibit anakan dewasa dan muda.
Lebih baik memilih bibit anakan dewasa yang sudah tumbuh dengan baik, karena mereka biasanya sudah memiliki bunga dan umbi sebagai tempat penyimpanan makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan pisang.
Cari bibit pisang yang memiliki daun yang masih tergulung, seperti bentuk tombak, karena ini biasanya lebih baik daripada bibit yang daunnya sudah melebar (terbuka).
Bibit yang layak untuk dipilih adalah yang memiliki tunas dengan tinggi sekitar 1-1,5 meter dan diameter umbi sekitar 15-20 cm.
Ini adalah ciri-ciri bibit yang sehat dan kuat untuk pertumbuhan pisang yang optimal.
Baca Juga: Tingkatkan Perekonomian, Istri Nelayan Ganjar Produksi Keripik Pisang
3. Media Pengolahan Tanam
Dalam menanam pisang adalah memperhatikan kondisi lahan tempat menanam pisang.
Pertama-tama, perhatikan faktor iklim di wilayah kamu.
Pohon pisang tumbuh paling baik dalam daerah tropis yang memiliki iklim basah, panas, dan lembap.
Mereka tumbuh subur di kondisi yang hangat dan lembap, tetapi tidak menyukai suhu ekstrem.
Bahkan jika Anda memiliki spesies pisang yang tahan cuaca dingin, mereka tetap lebih menyukai suhu yang konsisten antara 75 hingga 95 derajat Fahrenheit.
Suhu yang dingin dan kondisi kering dapat merusak tanaman pisang.
Untuk meningkatkan kelembapan, bisa memberikan kabut pada daun pisang setiap hari.
Ketika memilih lahan, pastikan tanahnya memiliki kandungan kapur dan humus yang mencukupi.
Pohon pisang akan tumbuh dengan baik ketika memiliki akses ke nutrisi yang terkandung dalam tanah humus, terutama jika tanah tersebut telah diberi pupuk sebelumnya.
Selain itu, perlu mempertimbangkan sistem irigasi agar tanaman pisang tidak tergenang oleh air berlebih.
Pastikan tanah memiliki saluran yang baik agar air berlebih dapat keluar, dan kamu bisa mengatur irigasi sesuai kebutuhan tanaman.
Baca Juga: Mak Ganjar Latih Ibu-Ibu di Kota Kediri Membuat Pisang Cokelat
4. Proses Penanaman
Selanjutnya, proses penanaman pisang perlu diperhatikan.
Saat menanam bibit pisang, disarankan untuk memberikan jarak yang cukup antara bibit-bibit tersebut.
Ini akan memungkinkan untuk menggunakan pola tanam pelaminan atau tumpang sari selama tiga bulan pertama.
Kamu bisa menanam tanaman lain di antara tanaman pisang, seperti sayuran, kopi, kakao, atau kelapa.
Hal ini akan memberikan manfaat ganda dalam bercocok tanam.
Lubang yang digali di media tanam pisang sebaiknya berukuran sekitar 50 x 50 x 50 cm, dan jarak tanam antara pohon pisang sebaiknya setidaknya 3 x 3 meter.
Tanaman pisang tumbuh paling baik di iklim tropis atau subtropis, meskipun beberapa varietas dapat bertahan di suhu yang lebih dingin.
Pertumbuhan pisang akan berhenti saat suhu turun di bawah 15C, tetapi akan melanjutkan pertumbuhan saat suhu kembali hangat.
Sebagian besar jenis pisang lebih suka mendapatkan sinar matahari penuh, setidaknya enam jam sinar matahari langsung hampir setiap hari.
Namun, ada beberapa varietas yang akan tumbuh lebih baik dalam kondisi yang teduh agar tidak terlalu terpapar sinar matahari langsung.
5. Cara Merawat Tanaman Pisang
Selain mengetahui cara menanam pisang, penting juga memahami bagaimana merawat tanaman pisang dengan baik dan benar.
Salah satu aspek penting dalam perawatan tanaman pisang adalah penjarangan.
Biasanya, satu rumpun pisang hanya sebaiknya ditanami dengan 3-4 pohon saja.
Jika terdapat lebih banyak pohon, penjarangan bisa dilakukan dengan mengurangi jumlah pohon dalam satu rumpun.
Pohon pisang merupakan tanaman asal hutan hujan tropis, yang membutuhkan banyak air dan kelembapan di udara.
Mereka tumbuh paling baik jika ditanam dalam kelompok yang cukup berdekatan, ini membantu menjaga kelembapan di daun.
Baca Juga: Bisa Bantu Jaga Tubuh dari Bahaya Polusi Udara, Ini Dia 10 Manfaat Mengonsumsi Pisang
Pastikan untuk menyiram secara teratur agar tanah tetap lembap secara merata, namun hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan pembusukan akar.
Selain itu, perlu memerhatikan tunas-tunas pada pohon pisang.
Jika terlalu banyak tunas dibiarkan tumbuh, ini bisa mengurangi hasil panen karena mereka dapat menyedot energi dari batang utama.
Tunas yang berlebihan dapat dipindahkan dan ditanam kembali di pot atau di kebun.
Selalu perhatikan dedaunan yang mati atau rusak dan singkirkan untuk mengurangi risiko infeksi jamur.
Cara menanam pisang dan merawatnya dengan baik akan memberikan hasil yang memuaskan, termasuk buah pisang yang cepat berbuah.***



