POJOKSATU.id, MEDAN - Pemerintah Indonesia menerapkan awal Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi jatuh pada Selasa (12/3/2024).
Bulan suci Ramadan merupakan momen yang dinantikan oleh seluruh umat Islam di dunia, khususnya Indonesia. Ragam tradisi dalam menyambut puasa pun dapat ditemukan.
Seperti, Meugang di masyarakat Aceh. Tradisi Meugang dilakukan oleh seluruh masyarakat Aceh tanpa terkecuali. Tradisi ini sudah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Aceh dalam menyambut Ramadan.
Baca Juga: RAMADHAN DIMULAI, Ini Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke 1 Hingga Malam ke 30, SEMANGAAT..
Selain Meugang, ada juga punggahan yang kerap ditemui diberbagai daerah di Indonesia dalam menyambut Ramadan.
Punggahan merupakan tradisi yang bertujuan untuk mengirimkan doa seperti membacakan tahlil dan surat Al Ikhlas kepada leluhur yang telah tiada.
Punggahan umumnya dilakukan dalam bentuk kenduri atau berkumpul bersama untuk berdoa dan makan bersama. Biasanya, punggahan dilakukan pada 3 atau 2 hari jelang memasuki bulan suci Ramadhan.
Baca Juga: Apa Saja Persiapan Jika Berlibur ke Dunia Fantasi? Yuk Cek Harga, Perlengkapan, dan Tiket Disini!
Pelaksanaan tradisi punggahan masih dipertahankan oleh masyarakat Jawa terutama masyarakat di Sumatera Utara (Sumut).
Selain itu, ada pula tradisi mandi pangir atau marpangir. Yaitu tradisi mandi menggunakan bahan alami seperti daun pandan yang dipotong-potong dan juga bunga-bunga.
Marpangir bertujuan untuk menyucikan diri menjelang perayaan Ramadan. Tradisi unik ini masih dilestarikan oleh masyarakat etnis Mandailing di berbagai daerah Sumut.
Bahkan etnis lain di Sumut pun melakukan mandi pangir dalam menyambut bulan Ramadan.
Seperti yang dilakukan oleh Laila Fitri, yang membeli bahan pangir di Pasar Simpang Limun Medan. Meski ia merupakan suku Padang tapi tradisi pangir sudah dilakukannya sejak masih kecil.
"Dari kecil setiap mau puasa kami mandi pangir, jadi sampai sekarang punya anak 4 tradisi itu masih kami lakukan," ujar Laila Fitri.
Baca Juga: Daop 2 Siapkan 6 KA Tambahan pada Masa Angkutan Lebaran 2024
Dilansir dari artikel ilmiah berjudul "Studi Etnobotani Tumbuhan Pada Tradisi Mandi Pangir di Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan" oleh Maulidan Sari Lubis dan M. Idris, terdapat 6 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan ramuan pada tradisi mandi pangir.
Di antaranya adalah pandan wangi, nilam, mayang pohon pinang, jeruk purut, serai wangi dan kenanga.
Jika dahulu masyarakat akan mencari ke ladang-ladang, kini kebutuhan pangir tersebut sudah tersedia di sejumlah pasar. ***




