POJOKSATU.id - Tips Menghindari Penculikan Anak dari Mantan Komisioner KPAI, Nomor 5 Bisa jadi Kunci Penting
Orang tua harus memahami pentingnya tips menghindari penculikan anak.
Pasalnya, akhir-akhir ini ramai berita soal penculikan anak di berbagai daerah.
Yang paling banyak mendapat sorotan adalah penculikan anak yang menimpa MA beberapa waktu lalu.
Bocah 6 tahun itu diculik oleh pelaku penculikan anak selama 26 hari lamanya.
Sebagai antisipasi sekaligus mengajarkan anak tips menghindari penculikan anak, dirasa sangat perlu.
BACA: Pemda Luwu Utara Imbau Orang Tua Tak Termakan Isu Hoaks Penculikan Anak
Nah, mantan Komisioner KPAI Retno Listyarti memberikan 5 tips menghindari penculikan anak yang cukup mudah untuk dilakukan.
Selain dipahami orang tua, tips menghindari penculikan anak ini juga harus diajarkan langsung kepada anak-anak.
Berikut 5 tips menghindari penculikan anak dari Retno Listyarti dikutip dari channel Youtube-nya:
1. Memahami bahaya
Retno Listyarti menyimpulkan, penculikan anak yang dialami MA itu terjadi karena anak tidak mengerti dengan situasi bahaya.
Karena itu, orang tua harus mengajarkan situasi dan bahaya mengintai kepada anak-anaknya.
Semisal dengan memberitahu anak agar tidak mudah percaya kepada orang tak dikenal yang mengaku-ngaku teman dari ayah atau ibu.
BACA: Pelaku Pembunuh Bocah 11 Tahun di Makassar Terancam Hukuman Mati, PPPA Beri Penjelasan Gini
"Setidaknya dia bertemu banyak orang dan mengatakan ke orang lain, ingin bertemu ayah ibunya dan mengatakan bahwa orang ini (penculik) bukan ayah saya," jelas Retno.
2. Berteriak dan minta tolong
Setelah memberikan pemahaman adanya potensi bahaya, ajarkan anak-anak cara meminta tolong saat potensi bahaya itu datang.
Meminta tolong itu bisa dilakukan kepada orang yang ada di sekitar.
Orang tua bisa mengajarkan kepada anak agar berteriak atau menangis sekencang-kencangnya untuk menarik perhatian orang-orang.
Teriakan atau tangisan histeris itu pasti membuat pelaku penculikan anak panik.
BACA: Hilang 26 Hari Diculik, Akhirnya Malika Kembali ke Rumah, Ucapan Sang Ibu Bikin Haru
Sementara orang-orang di sekitar lokasi kejadian, tentu akan bereaksi dan menyadari ada bahaya yang mengincar korban.
Sehingga korban pun bisa dengan cepat mendapat pertolongan atau bantuan dari orang-orang yang saat itu ada di sekitarnya.
3. Cari orang berseragam
Retno Listyarti juga menyarankan agar anak-anak harus diajari minta tolong kepada orang berseragam.
Bukan saja mengantisipasi penculikan anak, tapi cara ini juga sangat berguna di keramaian. Semisal saat anak terpisah dari orang tuanya.
Dengan begitu, anak akan langsung mencari orang berseragam dan memberikan informasi tentang peristiwa yang dialaminya.
Sementara jika anak hanya menangis tanpa ada orang tua di sampingnya, malah jadi kesempatan dalam kesempitan pelaku penculikan anak.
BACA: Perintah Tegas Kapolri, Tuntaskan Kasus Penculikan Anak Sampai ke Akar-akarnya
Siapa saja orang berseragam yang dimaksud Retno Listyarti?
"Orang berseragam itu bisa SPG, satpam, polisi, karena jelas identitasnya," bebernya.
4. Identitas lengkap
Retno juga menyarankan agar orang tua mengajarkan anak bisa mengungkap identitasnya secara lengkap.
Semisal nama lengkapnya sendiri, nama ayah dan ibu, bahka sampai alamat lengkap.
Hal ini jadi informasi sangat penting untuk mempercepat menemukan keluarga ketika anak tersebut hilang atau terpisah dari keluarganya.
BACA: Pelaku Penculikan Anak di Tanah Kusir Diciduk Polisi, Langsung Diserahkan ke Polres Jaksel
Jika memang belum bisa menyebutkan alamat lengkap, setidaknya bisa mengetahui nama daerah tempat tinggalnya.
Contohnya, tinggal di Tanjung Priok, di Rawamangun atau lainnya.
5. Password penjemput
Di perkotaan, banyak orang tua yang tak memiliki waktu untuk menjemput sendiri anaknya, saat pulang sekolah atau les.
Solusinya, dengan membayar orang atau jasa penjemputan anak.
Agar jauh lebih aman dan memastikan, buatlah password penjemput yang hanya diketahui oleh beberapa orang saja.
BACA: Heboh, Wanita Cantik Penculik Om-Om Tajir Gentayangan di Malang
Nah, password penjemput itu harus diketahui mulai dari anak itu sendiri, orang tua, dan guru.
Buatlah password penjemput yang mudah diingat anak Anda.
Semisal binatang atau makanan favoritnya, bisa juga judul film atau karakter dalam film kesukaannya atau hal lain yang sangat akrab dengan anak.
Ada baiknya pula, Anda selalu berkomunikasi dengan guru agar ikut memberikan pengawasan kepada anak.
Semisal tidak mengizinkan anak keluar dari sekolah sebelum dipastikan dijemput oleh orang yang tepat dan dikenal.
Untuk konten menarik lainnya dari PojokSatu.id juga bisa dibaca di Google News KLIK DI SINI.
Itulah informasi 5 tips menghindari penculikan anak dari mantan Komisioner KPAI Retno Listyarti. Semoga bermanfaat. (*/pojoksatu)




