POJOKSATU.id - Pemanfaatan teknologi informasi telah menembus berbagai sektor kehidupan. Mulai dari keuangan, pendidikan, hingga kesehatan.
Di bidang keuangan, khususnya sektor perbankan, teknologi informasi banyak digunakan untuk mempermudah dan mempercepat nasabah melakukan proses transaksi dengan menghadirkan layanan perbankan digital salah satunya seperti mobile banking.
Berbagai transaksi perbankan yang harus dilakukan dengan mendatangi bank atau ATM terdekat, kini dapat dilakukan melalui ponsel yang terkoneksi internet.
Merujuk pada peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) nomor 12/PJOK.03/2021, dijelaskan bahwa digital banking adalah layanan perbankan elektronik yang ditujukan untuk dapat maksimal dalam pemanfaatan data nasabah sebagai upaya memberikan pelayanan lebih cepat, mudah, sesuai kebutuhan dan dapat dilakukan nasabah secara mandiri dengan tetap memperhatikan unsur keamanannya.
Awalnya, inovasi layanan perbankan digital hanya terbatas pada transaksi perbankan sederhana, seperti mengecek saldo rekening dan transfer.
Namun, seiring perkembangan teknologi, lembaga perbankan mulai bermigrasi dengan menghadirkan hampir seluruh layanan perbankan konvensional menjadi digital.
Tren transaksi perbankan digital di Indonesia terus mengalami peningkatan, khususnya ketika pandemi COVID-19 melanda.
Kemudahan transaksi tanpa keterbatasan jarak dan waktu menjadi alasan mengapa masyarakat memilih menggunakan layanan perbankan digital.
Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi perbankan digital pada Oktober 2022 mencapai Rp5.184,1 triliun, naik 38,38 persen secara tahunan (yoy).
Sementara pada 2023, BI memperkirakan nilai transaksi perbankan digital akan menembus Rp67.000 triliun atau Rp67 kuadriliun.
Terdapat beberapa layanan perbankan digital yang disediakan oleh lembaga perbankan saat ini. Mulai dari internet banking, phone banking, SMS banking, dan mobile banking.
Melalui layanan perbankan digital tersebut, nasabah dapat menikmati fitur transaksi berupa, transfer dana; informasi saldo, mutasi rekening, informasi nilai tukar; pembayaran tagihan; dan pembelian (pulsa isi ulang dan saham).
1. Internet Banking
Fasilitas internet banking memungkinkan nasabah melakukan transaksi perbankan melalui ponsel maupun komputer yang terkoneksi internet.
2. Phone Banking
Sesuai namanya, phone banking memanfaatkan telepon atau ponsel untuk melakukan transaksi perbankan. Caranya, nasabah menghubungi contact center bank yang akan membantu proses transaksi yang dibutuhkan.
Fitur layanan transaksi perbankan pada phone banking sama dengan fasilitas yang ada pada internet banking.
3. SMS Banking
SMS banking adalah layanan transaksi perbankan yang dapat dilakukan nasabah melalui telepon seluler (ponsel) dengan format Short Message Service (SMS).
Nasabah dapat mengirimkan SMS ke nomor telepon bank atau menggunakan aplikasi yang dipasang bank pada ponsel nasabah.
4. Mobile Banking
Apa itu Mobile banking? Ini adalah layanan perbankan yang juga dapat diakses langsung melalui ponsel seperti SMS banking, namun memiliki tingkat kecanggihan yang lebih tinggi.
Untuk dapat mengaksesnya diperlukan akses internet dan aplikasi yang ter-install di dalam ponsel tersebut.
Salah satu manfaat mobile banking yang paling dirasakan memudahkan penggunanya adalah bisa mengakses berbagai layanan perbankan hanya dalam satu layar, seperti transfer, bayar tagihan, isi ulang, cek rekening, dan sebagainya.
Setiap nasabah memiliki preferensi masing-masing dalam menentukan jenis layanan perbankan digital yang akan mereka gunakan.
Salah satu produk layanan perbankan digital yang sering kali dipilih nasabah untuk bertransaksi digital ialah mobile banking.
Hal ini juga yang menyebabkan munculnya berbagai modus baru kejahatan siber yang mengintai para penggunanya.
Modus Kejahatan Siber bagi Pengguna Mobile Banking
Seperti yang telah disebutkan dalam penjelasan apa itu mobile banking, banyaknya fitur perbankan yang dapat dinikmati menjadi daya tarik tersendiri di era digital ini.
Namun, kemudahan bertransaksi dalam genggaman melalui mobile banking diikuti dengan tingginya ancaman serangan siber. Utamanya, penyerang akan mencari data pribadi calon korban.
Berikut beberapa jenis ancaman serangan siber yang sering kali terjadi terhadap pengguna mobile banking:
1. Pharming
Penipu atau hacker melakukan pengalihan dari situs yang sah ke situs palsu tanpa diketahui dan disadari oleh korban.
Mereka kemudian mengambil data yang dimasukkan oleh korban sehingga masuk ke dalam area yang menjadi permainan penipu tersebut.
2. Spoofing
Pelaku kejahatan siber menggunakan perangkat lunak untuk menutupi identitas dengan menampilkan alamat e-mail/ nama/ nomor telepon palsu di komputer agar menyembunyikan identitas.
Dalam melakukan penipuan, mereka menimbulkan kesan berurusan dengan pebisnis terkemuka.
3. Keylogger
Modus ini menggunakan software yang dapat menghafal tombol keyboard yang digunakan tanpa diketahui oleh pengguna.
4. Phising
Phising adalah tindakan memperoleh informasi pribadi seperti user ID, PIN, nomor rekening bank/nomor kartu kredit secara tidak sah.
Informasi ini kemudian dimanfaatkan untuk mengakses rekening, melakukan penipuan kartu kredit atau memandu nasabah untuk melakukan transfer ke rekening tertentu dengan iming-iming hadiah.
5. Sniffing
Adapun modus sniffing dilakukan dengan meretas paket data untuk mengumpulkan informasi secara ilegal lewat jaringan yang ada pada perangkat korban.
Modus ini paling banyak terjadi saat calon korban menggunakan atau mengakses Wi-Fi umum yang ada di publik.
Tips Aman Bertransaksi dengan Mobile Banking
Meski ancaman serangan siber terhadap pengguna mobile banking sangat tinggi, bukan berarti tidak bisa dihindari. Ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan dalam meningkatkan keamanan dalam bertransaksi menggunakan mobile banking.
· Mengganti password secara berkala
Dalam waktu 3-6 bulan sekali, gantilah password mobile banking Anda. Gunakan password yang tidak mudah ditebak untuk meningkatkan keamanan.
Selain itu, jangan berikan password Anda kepada orang lain untuk menghindari kebocoran dan penyalahgunaan data.
· Rajin memperbarui aplikasi mobile banking
Kenapa aplikasi mobile banking harus diperbarui secara berkala? Bukan tanpa alasan, hal ini bertujuan agar aplikasi yang Anda gunakan memiliki fitur terkini, termasuk fitur keamanan yang akan menjaga transaksi Anda tetap aman.
Sebab, pada setiap pembaruan tentu ada peningkatan sistem keamanan untuk menjaga data transaksi nasabah.
· Menjaga kerahasiaan data pribadi
Saat mendaftarkan akun mobile banking, dibutuhkan data-data pribadi, seperti tanggal lahir, nama lengkap, NIK, dan data pribadi lainnya.
Untuk mencegah peretasan, jangan pernah memberitahu data pribadi tersebut kepada orang lain. Jika Anda menyimpan data-data tersebut di ponsel, pastikan Anda menyimpannya di tempat yang aman.
· Hanya login di ponsel milik sendiri
Ketika login mobile banking di ponsel orang lain, ada kemungkinan data, seperti username dan password Anda yang terekam pada ponsel tersebut sehingga bisa mengakibatkan penyalahgunaan data tersebut.
· Hindari jaringan internet umum
Menggunakan koneksi Wi-Fi umum dan gratis ketika mengakses mobile banking akan meningkatkan risiko peretasan pada ponsel Anda.
Karena ada kemungkinan jaringan internet yang Anda gunakan merupakan pemilik peretas, sehingga pelaku akan mudah masuk ke akun Anda dan mencuri informasi pada aplikasi tersebut.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda menggunakan koneksi internet pribadi ketika mengakses mobile banking.
· Tidak menggunakan Sembarang VPN
Sama seperti koneksi Wi-Fi umum, Anda juga tidak disarankan menggunakan sembarang VPN ketika bertransaksi dengan mobile banking. Hal ini mencegah data Anda akan terbaca oleh peretas saat proses transaksi berlangsung.
· Rutin cek saldo
Tidak hanya saldo, cek pula daftar transaksi yang pernah Anda lakukan. Pastikan jumlah pengeluaran dan pemasukan sesuai dengan nominal saldo tersebut.
Jika sekiranya terdapat daftar transaksi yang mencurigakan, segera lapor kepada pihak bank untuk bisa ditelusuri. Bisa jadi, pelaku mengambil dana rekening dengan mengakses akun mobile banking Anda.
Pihak bank akan memberikan pengarahan dan langkah apa yang sebaiknya harus Anda ambil.
· Manfaatkan fitur otentikasi
Menerapkan fitur otentikasi berarti setiap transaksi yang ada harus melalui persetujuan Anda terlebih dahulu melalui One Time Password (OTP).
Dengan demikian, tidak ada transaksi yang bisa dilakukan tanpa seizin Anda. Selain itu, pelaku akan kesulitan membobol akun mobile banking Anda karena tidak memiliki akses lain.
Namun, jangan pernah membagikan kode OTP kepada siapapun, termasuk kepada petugas bank, termasuk teller maupun customer service.
Bertransaksi Aman dengan PermataMobile X
Salah satu aspek penting penilaian nasabah terhadap aplikasi mobile banking adalah tingkat keamanan aplikasi tersebut. Jadi pastikan Anda menggunakan mobile banking yang menjamin keamanan transaksi Anda, seperti PermataMobile X.
Mobile banking PermataMobile X bisa Anda unduh di Play Store dan App Store yang juga menyediakan ratusan fitur transaksi yang bisa Anda manfaatkan.
Mulai dari membayar tagihan, transfer dana secepat kilat dengan BI-Fast, top up (e-wallet, paket data, voucher game, dan lainnya), cek mutasi rekening hingga 12 bulan, WhatsApp Gift, investasi Reksadana, mengelola kartu kredit (mengubah transaksi jadi cicilan serta aktivasi kartu kredit), pembayaran menggunakan QR Pay, tarik tunai tanpa kartu di PermataATM dan gerai Indomaret dengan fitur Mobile Cash, hingga apply produk-produk PermataBank.
Setelah tahu apa itu mobile banking dan tips melindungi akun mobile banking Anda, yuk mulai install aplikasi PermataMobile X sekarang juga untuk dapatkan kemudahan bertransaksi dengan aman. (*/pojoksatu)



