POJOKSATU.id - TikTok, siapa yang tidak akrab dengan aplikasi ini?
Aplikasi yang memungkinkan kita untuk membuat vlog, menari, bernyanyi, atau sekadar menonton orang lain melakukan hal-hal seru.
TikTok telah menjadi sangat populer di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.
Namun, ternyata ada masalah yang muncul terkait TikTok di sini. Apa permasalahannya?
Permasalahannya adalah bahwa TikTok, sebagai aplikasi media sosial, juga memiliki fitur e-commerce.
Artinya, kita dapat berbelanja secara online langsung dari dalam aplikasi TikTok.
Caranya? Sangat sederhana. Anda cukup mengklik tautan yang ada di video TikTok yang Anda tonton.
Lalu, Anda akan langsung diarahkan ke halaman belanja online yang bekerja sama dengan TikTok, seperti Shopee, Tokopedia, atau Bukalapak.
Namun, berdasarkan peraturan baru dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), hal ini tidak diperbolehkan.
Menurut Kominfo, platform media sosial tidak boleh sekaligus menjadi platform e-commerce.
Alasan di balik aturan ini adalah untuk melindungi konsumen dan menjaga persaingan bisnis online yang adil.
Jadi, jika aturan ini diberlakukan, TikTok harus memilih apakah akan menjadi media sosial atau e-commerce.
Jika TikTok ingin tetap menyediakan kedua fitur tersebut, maka aplikasi ini harus memisahkan dirinya menjadi dua entitas yang berbeda.
Pertanyaannya, TikTok akan memilih jalur yang mana?
Baca Juga: Diet Sehat Tiffany's Plate Yang Viral di TikTok Ternyata Punya Kekurangan Juga Loh!
Saat ini, belum ada komentar resmi dari TikTok atau platform e-commerce yang bekerja sama dengannya mengenai aturan ini.
Namun, juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, menyatakan bahwa aturan ini masih dalam tahap pembahasan dan akan segera diselesaikan.
TikTok sendiri menghadapi berbagai masalah di beberapa negara lain.
Di India, TikTok telah dilarang oleh pemerintah karena dianggap mengancam keamanan nasional.
Di Amerika Serikat dan Australia, juga ada perdebatan terkait privasi dan keamanan data pengguna TikTok.
Meskipun begitu, TikTok tetap memiliki banyak penggemar di Indonesia. Banyak orang yang menggunakannya untuk hiburan atau promosi.***



