POJOKSATU.id — Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam kalender Hijriah yang memiliki keutamaan tinggi.

Bulan ini menjadi saksi sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Islam yang sarat akan pelajaran dan hikmah.

Melalui momentum istimewa ini, kita dapat menelusuri jejak spiritual Rasulullah Muhammad SAW, berbagai kejadian bersejarah, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Peristiwa Isra dan Miraj

Pada malam yang penuh berkah, tepatnya tanggal 27 Rajab, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam menerima undangan istimewa dari Allah SWT untuk menjalani perjalanan luar biasa yang dikenal sebagai Isra dan Miraj.

Dalam peristiwa ini, Nabi diperjalankan dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Perjalanan ini disebut Isra’.

Baca Juga: DOSA Dibalas Berlipat, Amal Juga DIGANDAKAN, Begitu yang Terjadi di Bulan Rajab, PENTING Simak Ini

Di Masjidil Aqsa, beliau melaksanakan shalat bersama para nabi terdahulu.

Setelah itu, Nabi shallallahu alaihi wasallam diangkat ke langit dalam perjalanan Mi’raj, melewati tujuh lapis langit hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Di tempat tersebut, Nabi bertemu langsung dengan Allah SWT dan menerima perintah untuk melaksanakan shalat lima waktu.

Awalnya, shalat diperintahkan sebanyak lima puluh kali sehari, namun atas permohonan Nabi dan kasih sayang Allah, jumlah tersebut dikurangi menjadi lima kali sehari dengan pahala setara lima puluh kali shalat.

Hingga kini, peristiwa ini menjadi tonggak muslim untuk melaksanakan perintah salat lima waktu.

Kisah ini menjadi ujian keimanan bagi para sahabat dan umat Islam. Abu Bakar Ash-Shiddiq, yang tanpa ragu membenarkan kisah ini, mendapatkan gelar “Ash-Shiddiq”.

Isra’ dan Mi’raj mengajarkan pentingnya shalat sebagai tiang agama serta keimanan yang tulus dalam menghadapi ujian hidup.

Hijrah Pertama ke Habasyah

Pada tahun kelima kenabian, tepatnya bulan Rajab, kaum Muslimin menghadapi tekanan berat dari Quraisy.

Baca Juga: Anjuran Puasa Arofah Bagi Mereka yang Tidak Melaksanakan Ibadah Haji, Pahala Dapat Dosa Pun Berguguran

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam mengizinkan sekelompok Muslim berhijrah ke Habasyah (Ethiopia) untuk mencari perlindungan.

Kelompok ini, yang dipimpin oleh Ja’far bin Abi Thalib, diterima dengan baik oleh Raja Najashi, seorang penguasa Kristen yang dikenal adil.

Ketika Quraisy mencoba memfitnah para pengungsi Muslim di hadapan Najashi, Ja’far dengan bijak menjelaskan ajaran Islam dan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an.

Tergerak oleh kebenaran yang disampaikan, Najashi menolak permintaan Quraisy untuk mengusir mereka.

Peristiwa ini mencerminkan pesan universal Islam yang dapat diterima oleh semua kalangan, terlepas dari latar belakang agama dan budaya.

Baca Juga: MENYERUPAI Kabah, The Mukaab Mulai Lakukan Tahap Kontruksi, Gedung Ini Dilengkapi Virtual Reality dan Holografik, Apa FUNGSINYA?

Penaklukan Baitul Maqdis

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, tepatnya tahun 15 Hijriah, umat Islam berhasil menaklukkan Baitul Maqdis (Yerusalem).

Walaupun tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an bahwa penaklukan ini terjadi pada bulan Rajab, beberapa catatan sejarah mengaitkannya dengan bulan tersebut.

Khalifah Umar menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa dengan memberikan jaminan kebebasan beragama kepada penduduk setempat, termasuk komunitas Yahudi dan Kristen.

Umar sendiri datang untuk menerima kunci kota dari pemimpin setempat, memperlihatkan kerendahan hati dan nilai-nilai keadilan Islam.

Peristiwa ini menjadi simbol keberhasilan Islam dalam menyebarkan kedamaian dan toleransi.

Ketiga peristiwa tersebut memberikan pelajaran berharga bagi umat Islam.

Isra’ dan Mi’raj mengajarkan keimanan sejati dan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah melalui shalat.

Baca Juga: Sholat Qobliyah dan Badiyah Saat Shalat Jumat, Tidak Wajib Tapi Sangat Dianjurkan, Bonus Pahala Bagi Kaum Muslimin

Hijrah ke Habasyah menunjukkan nilai keadilan dan toleransi, sementara penaklukan Baitul Maqdis menegaskan pentingnya kepemimpinan yang bijaksana.

Bulan Rajab menjadi momen refleksi bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, memperkuat solidaritas, dan menegakkan nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan sehari-hari di zaman now. ***