POJOKSATU.id - Rabiul Akhir, dikenal juga sebagai Rabi' al-Tsani (ربیع الثانی). Rabiul akhir merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriyah yang terdiri dari 29 hari.

Makna dari bulan Rabiul Akhir mengikuti makna dari bulan sebelumnya, yaitu Rabiul Awal yang artinya musim semi pertama.

Oleh karena itu, Rabiul Akhir diartikan sebagai musim semi kedua atau menandai musim mekarnya bunga pada tumbuh-tumbuhan yang akhir.

Penamaan Rabiul Akhir terkait dengan peristiwa musim semi atau Rabi' yang terjadi di Jazirah Arab.

Pada saat itu, tanaman tumbuh subur, rerumputan berubah menjadi hijau, dan banyak pohon mulai berbuah.

Baca Juga: Pahami Pengertian Mualaf, Tata Cara Memeluk Islam dan Keistimewaannya

Musim ini umumnya berlangsung selama dua bulan yang menjelaskan mengapa terdapat Rabiul Awal dan Rabiul Akhir dalam kalender Hijriyah.

Dalam sejarah Islam, pada bulan Rabiul Akhir juga terjadi peperangan, karena pada bulan Rabiul Akhir terjadi banyak perang yang melibatkan kaum muslimin di masa Rasulullah dan para Sahabat.

Berikut ini adalah 6 peristiwa penting di bulan Rabiul Akhir yang tercatat dalam sejarah Islam.

1. Perang Buhran

Perang Burhan juga dikenal sebagai invasi Buhran. Perang Burhan terjadi pada bulan Rabiul Akhir Tahun ke-3 Hijriyah (624 Masehi) di wilayah Buhran antara Madinah dan Mekkah.

Nabi Muhammad SAW memimpin 300 pasukannya, dan tidak terjadi adu kekuatan militer dalam Perang Burhan ini.

Peristiwa Perang Burhan juga dikenal sebagai Ghazwah al-Fur dan Ghazwah Bani Sulaim.

Nabi Muhammad SAW meninggalkan Madinah selama 10 atau 11 hari untuk memimpin perang Burhan ini.

Baca Juga: Momen Idul Adha 1444 H, Grab Indonesia Sumbang Sapi Kurban 1 Ton dan Ratusan Kambing

2. Perang Jamal

Perang Jamal terjadi pada bulan Rabiul Akhir. Perang Jamal merupaka pertempuran antara pasukan Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha dengan pasukan Khalifah Ali bin Abi Thalib di Basra, Irak, pada tahun 656 M.

Perang Jamal terjadi setelah banyaknya fitnah yang menimpa keduanya. Ummul Mukminin Aisyah terseret dalam konflik peperangan dengan pasukan Khalifah Ali bin Abi Talib (sepupu dan menantu dari Nabi Muhammad SAW).

Dinamakan Perang Jamal karena dalam pertempuran ini Sayyiah Aisyah bertempur dengan menunggang unta yang dalam Bahasa Arab disebut Jamal.

Perang Jamal dikenal sebagai tragedi kelam dalam sejarah Islam yang terjadi akibat ulah provokator.

Baca Juga: Perayaan Idul Adha 2023, MTXL Axiata Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

3. Turunnya Surat Al-Hasyr

Terdapat perbedaan pendapat mengenai turunnya surat Al-Hasyr yang terjadi di bulan Rabiul Awal.

Imam Al-Bukhari menyebut Surat Al-Anfal turun saat perang Badar, sementara Surat Al-Hasyr turun selama Perang Bani Nadhir.

Imam Al-Hakim menyatakan peristiwa turunnya surat Al-Hasyr terjadi sekitar enam bulan setelah Perang Badar.

Segolongan kaum Yahudi Bani Nadhir yang bertempat tinggal dan berkebun kurma di wilayah Kota Madinah dikepung oleh Rasulullah SAW.

Mereka diusir keluar Madinah dan hanya dibolehkan membawa harta kekayaan seadanya yang bisa terpikul oleh unta mereka.

Mereka juga tidak dibenarkan membawa senjata. Surat Al-Hasyr ayat 1-5 turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Baca Juga: 70 Hewan Kurban Disalurkan Polda Sumut, Irjen Panca Putra: Idul Adha Momentum Perkuat Semangat Berbagi

Rasulullah SAW memutuskan untuk mengusir Bani Nadhir dari Kota Madinah.

Az-Zuhri rahimahullah menganggap perang ini terjadi enam bulan pascaperang Badar Kubra. Ini berarti peperangan ini terjadi sebelum perang Uhud.

Ulama lain berpendapat bahwa perang ini terjadi setelah perang Uhud tepatnya bulan Rabiul Awal, Tahun ke-4 Hijriyah.

4. Upaya Pembunuhan Rasulullah SAW oleh Bani Nadhir

Upaya pembunuhan ini terjadi setelah Rasulullah SAW dan sepuluh sahabatnya meminta kaum Bani Nadhir membayar diyah dua orang yang terbunuh sesuai perjanjian.

Namun, beberapa di antara mereka berusaha membunuh Rasulullah SAW bersama sahabatnya.

Rasulullah SAW mendapat ilham tentang rencana tersebut dan kembali ke Madinah untuk memerintahkan sahabatnya bersiap-siap melawan Bani Nadhir.

Baca Juga: DAM Berbagi Hewan Kurban Pada Idul Adha 1444H

5. Perang Al-Ghabah

Perang Al-Ghabah yang dipimpin oleh Rasulullah SAW terjadi pada tahun ke-6 Hijriyah karena usaha Unaynah bin Hizn Al Farisi untuk merampas unta-unta Rasulullah SAW di Al Ghabah.

Pada Rabiul Akhir juga terjadi perang Al-Ghamar, ketika Rasulullah SAW menyerang kabilah Bani Asad yang dipimpin oleh Ukkasyah bin Mishan.

6. Perang Damsyik

Perang Damsyik terjadi pada tahun 14 Hijriyah selama 70 hari di masa pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq.

Pasukan Islam yang berjumlah 25.000 orang dipimpin oleh Khalid bin Walid dan Ubaidah bin Jarrah melawan pasukan Romawi yang berjumlah 80.000 orang, dan meraih kemenangan. Perang ini ditujukan untuk menghancurkan Kota Damsyik.***