POJOKSATU.id — Tidak semua telur ayam yang terlihat sama ternyata memiliki isi yang sama.

Sebagian telur dapat berkembang menjadi anak ayam karena mengandung embrio, sementara sebagian lainnya tidak mengalami pembuahan sehingga tidak akan menetas.

Bagi peternak maupun masyarakat yang memelihara ayam di rumah, mengetahui cara membedakan telur ayam yang memiliki embrio dan yang tidak menjadi hal penting, terutama jika ingin menetaskan telur secara alami maupun menggunakan mesin tetas.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata di Bogor 2026, Cocok untuk Liburan Keluarga hingga Healing Akhir Pekan

Lalu bagaimana cara mengetahui apakah telur ayam memiliki embrio atau tidak?

Salah satu cara paling umum dilakukan adalah dengan metode candling atau menerawang telur menggunakan cahaya.

Teknik ini biasanya dilakukan setelah telur dierami sekitar lima hingga tujuh hari agar perkembangan di dalam telur mulai terlihat.

Baca Juga: Tubuh Kebanyakan Gula? Kenali Gejala yang Kerap Diabaikan Sebelum Terlambat

Cara melakukannya cukup sederhana. Siapkan senter atau lampu dengan cahaya terang, kemudian arahkan cahaya ke bagian bawah atau samping telur di ruangan yang agak gelap.

Jika telur mengandung embrio, biasanya akan terlihat garis-garis merah menyerupai pembuluh darah di bagian dalam telur.

Selain itu, akan tampak bayangan gelap kecil yang merupakan embrio ayam dan ukurannya akan semakin besar seiring bertambahnya usia pengeraman.

Baca Juga: Bingung Pilih Jurusan? Ini Jurusan Kuliah yang Berpotensi Mudah Dapat Kerja di Indonesia

Pada telur yang sudah lebih berkembang, bagian dalam cenderung tampak semakin gelap karena embrio terus tumbuh memenuhi ruang di dalam cangkang.

Sebaliknya, telur yang tidak memiliki embrio biasanya tampak lebih terang saat diterawang.

Tidak terlihat pembuluh darah maupun titik gelap yang menunjukkan perkembangan calon anak ayam.

Jika setelah lebih dari satu minggu pengeraman isi telur masih tampak bening atau tidak menunjukkan perubahan berarti, besar kemungkinan telur tersebut tidak mengalami pembuahan atau infertil.

Baca Juga: 15 Antivirus Gratis Terbaik untuk Laptop dan PC, Ringan hingga Proteksi Maksimal

Selain diterawang, keberadaan ayam jantan juga bisa menjadi petunjuk.

Telur ayam umumnya hanya dapat berkembang menjadi embrio jika sebelumnya terjadi pembuahan oleh ayam jago.

Artinya, apabila induk ayam tidak bercampur dengan ayam jantan, telur yang dihasilkan hampir dipastikan tidak akan menetas meskipun dierami dalam waktu lama.

Namun, perlu dipahami bahwa telur yang memiliki embrio belum tentu selalu berhasil menetas.

Baca Juga: Mayat Wanita di Simpang Yasmin Bogor Dibuang dari Atas Flyover, Pelaku Disebut Bernama Febry Ambon

Faktor suhu, kelembapan, hingga kondisi telur juga sangat memengaruhi perkembangan calon anak ayam di dalamnya.

Dengan mengetahui ciri-ciri telur ayam berembrio dan tidak, proses penetasan bisa dilakukan lebih efektif serta mengurangi risiko gagal tetas akibat telur kosong.***