POJOKSATU.id - Yogyakarta memiliki banyak destinasi wisata, salah satunya adalah Tebing Breksi yang menjadi tempat favorit karena memiliki tampilan unik dan antimainstream.

Tebing Breksi di Yogyakarta memiliki vibes khas tampilan yang unik dan antimainstream. Sesuai dengan namanya, "breksi," lokasi destinasi wisata ini yaitu perbukitan batuan breksi.

Destinasi wisata Tebing Breksi yang memiliki tampilan unik ini berada di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta.

Awalnya, destinasi wisata Tebing Breksi di Yogyakarta yang memiliki tampilan unik ini merupakan lokasi penambangan batu kapur yang menjadi mata pencaharian warga setempat.

Baca Juga: Dari Layar ke Dunia Nyata, Destinasi Wisata Populer yang Jadi Lokasi Syuting Drakor, Rasakan Adegan Favorit

Batuan di Tebing Breksi awalnya adalah abu yang dilemparkan oleh Gunung Api Nglanggeran pada erupsi berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Abu tersebut kemudian mengendap dan mengeras menjadi batuan, menciptakan pemandangan yang unik dan menarik.

Setelah diketahui bahwa batuan itu berasal dari aktivitas vulkanis Gunung Api Purba Nglanggeran, lokasi tersebut ditetapkan sebagai kawasan yang dilindungi dan kegiatan penambangan dilarang.

Pada bulan Mei 2015, Tebing Breksi diresmikan sebagai destinasi wisata baru di Yogyakarta oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Baca Juga: Jadi Latar Tempat Mengesankan dalam Drama Korea Welcome to Samdalri, Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata di Pulau Jeju

Tebing bekas tambang yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter ini telah diukir dengan detail membentuk relief dan cerita pewayangan.

Karya artistik yang memukau ini kemudian diabadikan dan dibagikan melalui media sosial, sehingga menjadikan Tebing Breksi sebagai destinasi wisata yang sangat populer di masyarakat.

Selain keindahan seni pahatannya, Tebing Breksi juga menawarkan pesona alam yang menakjubkan.

Berlokasi pada ketinggian 200 meter di atas permukaan laut, pengunjung dapat menikmati panorama Kota Yogyakarta dari ketinggian itu.

Terutama saat matahari mulai terbenam, pengunjung akan disajikan dengan keindaham matahari terbenam di atas Tebing Breksi.

Baca Juga: 8 Destinasi Wisata yang Cocok untuk Dikunjungi saat Musim Hujan

Perjalanan menuju Tebing Breksi dapat ditempuh dalam waktu sekitar 28 menit atau sekitar 17 km dari Kota Yogyakarta.

Akses menuju lokasi ini sangat mudah karena jalan menuju Tebing Breksi telah diaspal dan dicor semen, meskipun ada sebagian kecil jalan yang tidak rata dan menanjak.

Berbagai jenis kendaraan, mulai dari motor, mobil, minibus, truk, hingga bus pariwisata, dapat melintasi jalan tersebut.

Petunjuk arah jalan menuju Tebing Breksi juga telah disediakan untuk memudahkan pengunjung.

Selain menjadi panduan menuju Tebing Breksi, rambu-rambu ini juga mempermudah akses ke objek wisata sekitarnya, seperti Candi Ratu Boko, Candi Ijo, dan Batu Papal.

Meskipun terdapat banyak pilihan wisata di sekitar Tebing Breksi, daya tarik utama tempat ini tetap kuat.

Baca Juga: Wisata Little Seoul Bandung, Ajak Pengunjung Rasakan Suasana Korea Selatan

Pengunjung yang datang ke Tebing Breksi dapat menikmati keindahan seni pahat tebing dan panorama alam dengan membayar tiket masuk yang terjangkau, seharga Rp10.000.

Tidak hanya itu, pengelola Tebing Breksi juga menyediakan spot-spot foto yang telah dipersiapkan.

Seperti 12 objek foto yang dihiasi dengan tanaman hias, atribut-unik, dan bahkan burung hantu jinak.

Pengunjung juga memiliki opsi untuk menjelajahi kawasan wisata Tebing Breksi dengan menyewa mobil offroad.

Selain itu, Tebing Breksi menyediakan Tlatar Seneng dan amphiteater.

Tempat ini digunakan untuk pertemuan, kopi darat, pertunjukan seni, dan berbagai event lainnya dengan desain melingkar ala teater kuno Yunani.

Baca Juga: 5 Kekayaan Wisata Religi di Padang, Cocok untuk Generasi Masa Kini

Fasilitas yang telah disiapkan oleh pengelola Tebing Breksi juga cukup lengkap.

Mulai dari lahan parkir yang luas hingga menyediakan ruang untuk berbagai jenis kendaraan dengan area yang terpisah.

Selain itu, dari zona parkir hingga mencapai tujuan wisata, ada jalur khusus untuk akses difabel yang dirancang secara inklusif.

Fasilitas wisata yang disiapkan oleh pengelola juga sangat memadai, termasuk tiga tempat makan, masjid dan mushola, kafe, fasilitas toilet, toko oleh-oleh, dan berbagai fasilitas lainnya.***