POJOKSATU.id - Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia.
Selain identik dengan ibadah kurban dan pelaksanaan haji di Tanah Suci, Idul Adha juga diawali dengan pelaksanaan salat Id berjamaah yang hukumnya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.
Salat Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tambahan takbir pada setiap rakaatnya.
Meski terlihat sederhana, masih banyak umat muslim yang kerap lupa urutan pelaksanaannya, termasuk jumlah takbir, bacaan, hingga sunnah-sunnah yang dianjurkan pada Hari Raya Kurban.
Baca Juga: Cara Daftar SPMB SMA/SMK Sumut 2026 Jalur Domisili, Prestasi, Afirmasi, dan Mutasi Lengkap
Karena itu, penting memahami tata cara salat Idul Adha sesuai sunnah agar ibadah yang dilakukan semakin sempurna dan penuh kekhusyukan.
Hukum Salat Idul Adha
Salat Idul Adha merupakan salat sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan secara berjamaah.
Rasulullah SAW secara rutin melaksanakan salat Id bersama para sahabat. Bahkan, kaum perempuan, anak-anak, hingga orang yang sedang tidak salat pun dianjurkan hadir untuk menyaksikan syiar dan mendengarkan khutbah Id.
Pelaksanaan salat Idul Adha biasanya dilakukan di masjid, lapangan, atau area terbuka agar dapat menampung lebih banyak jamaah.
Baca Juga: SPMB SD Purwakarta 2026 Dimulai, Pengawasan Diperluas hingga Desa demi Transparansi
Waktu Pelaksanaan Salat Idul Adha
Salat Idul Adha dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah.
Waktu pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur.
Namun, waktu yang paling utama adalah ketika matahari sudah naik kira-kira setinggi satu tombak atau sekira 15 hingga 20 menit setelah matahari terbit.
Salat Idul Adha dianjurkan dilakukan lebih awal dibandingkan salat Idul Fitri agar masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban setelah sholat selesai.
Baca Juga: Link Download SPTJM SPMB Jawa Tengah 2026 Lengkap Syarat SD, SMP, dan SMA
Bacaan Niat Salat Idul Adha
Sebelum melaksanakan salat Idul Adha, jamaah dianjurkan membaca niat sesuai posisinya, baik sebagai imam maupun makmum.
Niat Sholat Idul Adha untuk Imam
أُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin:
Ushalli sunnatal li’idil adha rak’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Baca Juga: SPMB Jabar 2026 Pastikan Anak Keluarga Miskin Tetap Sekolah, Swasta juga Dibiayai Pemerintah
Niat Salat Idul Adha untuk Makmum
أُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin:
Ushalli sunnatal li’idil adha rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillahi ta’ala.
Artinya:
“Aku niat salat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Salat Idul Adha Rakaat Pertama
Salat Idul Adha dilakukan dua rakaat dengan tambahan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama.
Berikut urutannya:
-
Membaca niat
-
Takbiratul ihram
-
Membaca doa iftitah
-
Takbir tambahan sebanyak tujuh kali
-
Di sela takbir dianjurkan membaca zikir:
Baca Juga: Jadwal Lengkap SPMB Kota Bandung 2026 Jenjang TK, SD, dan SMP, Penting Pahami Sistem Berikut
“Subhanallah walhamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar wa la haula wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil azhim.”
-
Membaca surat Al-Fatihah
-
Dianjurkan membaca surat Al-A’la
-
Rukuk
-
I’tidal
-
Sujud pertama
-
Duduk di antara dua sujud
-
Sujud kedua
-
Berdiri untuk rakaat kedua
Tata Cara Salat Idul Adha Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua terdapat tambahan lima kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah.
Urutannya sebagai berikut:
-
Takbir tambahan lima kali
-
Membaca zikir di sela takbir
-
Membaca surat Al-Fatihah
-
Dianjurkan membaca surat Al-Ghasyiyah
-
Rukuk
-
I’tidal
-
Sujud pertama
-
Duduk di antara dua sujud
-
Sujud kedua
-
Tasyahud akhir
-
Salam
Baca Juga: Dana Bencana Rp5,6 Miliar Mandailing Natal 2025, Bupati Saipullah Akui Belum Semuanya Digunakan
Setelah salam, jamaah dianjurkan tetap duduk untuk mendengarkan khutbah Idul Adha.
Hikmah Tambahan Takbir dalam Salat Id
Tambahan takbir dalam salat Idul Adha menjadi salah satu ciri khas yang membedakannya dari sholat sunnah lainnya.
Takbir tersebut melambangkan pengagungan kepada Allah SWT serta bentuk rasa syukur atas nikmat iman dan kesempatan menjalankan ibadah Idul Adha.
Suasana takbir juga menjadi syiar yang menghidupkan semangat kebersamaan umat muslim.
Sunnah Sebelum dan Sesudah Salat Idul Adha
Selain melaksanakan sholat Id, ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan pada Hari Raya Idul Adha.
Baca Juga: Ibu Penjual Warung di Cirebon Menangis, Anak Jadi Tersangka Dugaan Asusila Meski Sudah Berdamai
Mengumandangkan Takbir
Takbir Idul Adha mulai dikumandangkan sejak Subuh tanggal 9 Dzulhijjah hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah.
Takbir dapat dibaca setelah salat fardhu maupun di berbagai kesempatan.
Mandi Sebelum Salat Id
Umat muslim dianjurkan mandi sebelum berangkat salat Id sebagai bentuk kebersihan dan penghormatan terhadap hari raya.
Memakai Pakaian Terbaik
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memakai pakaian terbaik, bersih, dan wangi saat Hari Raya.
Baca Juga: Perbedaan Reksa Dana Saham dan Saham, Mana yang Lebih Cocok untuk Investor Pemula?
Berangkat Lebih Awal
Jamaah dianjurkan datang lebih awal ke tempat sholat untuk memperbanyak zikir dan takbir.
Menempuh Jalan Berbeda
Sunnah lainnya adalah melalui jalan berbeda saat pergi dan pulang dari tempat sholat Id.
Hal ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Tidak Makan Sebelum Sholat
Berbeda dengan Idul Fitri, pada Idul Adha umat muslim dianjurkan tidak makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat Id.
Makan dilakukan setelah pulang dari sholat, terutama bila memiliki hewan kurban.
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Membaca Hasil TKA: Jangan Salah Tafsir Nilai!
Mendengarkan Khutbah
Setelah salat selesai, jamaah dianjurkan tetap duduk dan mendengarkan khutbah Idul Adha.
Khutbah biasanya berisi pesan ketakwaan, makna pengorbanan Nabi Ibrahim AS, serta anjuran berbagi melalui ibadah kurban.
Makna Salat Idul Adha
Salat Idul Adha bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi juga simbol persatuan dan ketakwaan umat Islam.
Melalui salat berjamaah, takbir, dan khutbah, umat muslim diajak mengingat kembali makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepatuhan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Karena itu, melaksanakan salat Idul Adha dengan penuh kekhusyukan menjadi salah satu cara menyambut hari raya dengan hati yang bersih dan penuh rasa syukur. ***




