POJOKSATU.id — Lailatul Qadar merupakan malam penuh keberkahan yang lebih baik dari seribu bulan.
Malam ini menjadi waktu istimewa di mana doa-doa lebih mudah dikabulkan dan pahala ibadah dilipatgandakan.
Namun, kapan tepatnya malam Lailatul Qadar terjadi pada tahun 2025?
Apa saja tanda-tandanya? Dan bagaimana cara terbaik memaksimalkan ibadah di malam tersebut? Simak penjelasan berikut!
Waktu Terjadinya Lailatul Qadar
Para ulama memiliki berbagai pendapat mengenai kapan tepatnya Lailatul Qadar terjadi.
Dalam bukunya Fiqh Puasa, Lailatul Qadar dan Zakat Fitrah (2020), Hairul Hudaya menjelaskan bahwa sebagian ulama berpendapat malam ini jatuh pada tanggal 17, 19, atau pertengahan Ramadhan.
Baca Juga: Sambut Ramadhan 1446 H, Bersihkan Hati Menjelang Malam Lailatul Qadar
Namun, pendapat yang lebih umum diterima adalah bahwa Lailatul Qadar sering terjadi pada malam-malam ganjil Ramadan yaitu di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, seperti malam ke-21, 23, 25, atau 27.
Imam Syafi’i berpendapat bahwa kemungkinan besar malam Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21 atau ke-23.
Jika awal Ramadhan dimulai pada hari Senin, maka malam ke-21 adalah Lailatul Qadar.
Jika Ramadhan dimulai pada hari Sabtu, maka malam ke-23 menjadi kemungkinan besar.
Kendati demikian, banyak ulama yang meyakini malam ke-27 sebagai waktu terjadinya Lailatul Qadar.
Meskipun waktu pastinya tidak diketahui, Allah SWT merahasiakannya agar umat Islam lebih giat beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar
Dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar bertujuan agar umat Islam lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah, tidak hanya pada satu malam tertentu, tetapi sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Dengan demikian, setiap muslim memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan keberkahan malam tersebut dengan memperbanyak ibadah, zikir, dan doa.
Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Meskipun tidak ada cara pasti untuk mengetahui kapan Lailatul Qadar terjadi, terdapat beberapa tanda yang sering dikaitkan dengan malam istimewa ini:
1. Matahari Terbit dengan Cahaya Lembut
Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Muslim: “Matahari terbit pada pagi malam Lailatul Qadar cahayanya putih, tidak terik.”
Hal ini dikarenakan banyaknya malaikat yang turun ke bumi, sehingga cahaya matahari terasa lebih lembut dan tidak menyilaukan.
2. Udara yang Sejuk dan Nyaman
Menurut penelitian Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, udara pada malam Lailatul Qadar terasa nyaman, tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi juga menyebutkan bahwa malam ini penuh dengan ketenangan dan keindahan:
“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi harinya, matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi).
Namun, tanda-tanda ini biasanya baru bisa dikenali setelah malam tersebut berlalu.
Oleh karena itu, cara terbaik untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar adalah dengan memanfaatkan setiap malam di sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan ibadah dan doa. ***




