POJOKSATU.id — Curah hujan tinggi yang terjadi belakangan ini menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga memicu kemunculan hewan liar, termasuk ular, ke permukiman.
Lingkungan yang tergenang air membuat habitat alami ular terganggu.
Akibatnya, hewan melata tersebut mencari tempat yang lebih kering dan aman, termasuk masuk ke pekarangan bahkan rumah warga.
Baca Juga: Tumpahan Lumpur Tanah Proyek Pembangunan Pool Taksi Bikin Sengsara, Wakil Walikota Tangsel Geram
Di tengah kekhawatiran ini, muncul pertanyaan: apakah ada tanaman yang bisa mengusir ular?
Perlu dipahami, hingga saat ini belum ada tanaman yang terbukti secara ilmiah mampu mengusir ular secara mutlak.
Namun, beberapa jenis tanaman dipercaya dapat membantu mengurangi kemungkinan ular mendekat karena aroma atau bentuk fisiknya.
Baca Juga: Aturan Baru Pajak Kendaraan 2026, Ini 5 Jenis yang Dikecualikan
Salah satu yang paling populer adalah Cymbopogon nardus atau serai wangi.
Tanaman ini memiliki aroma khas yang cukup menyengat dan sering digunakan sebagai pengusir serangga.
Banyak masyarakat menanamnya di sekitar rumah sebagai langkah pencegahan alami.
Selain itu, ada Lavandula atau lavender.
Baca Juga: Pemkab Karawang Buka Seleksi Dirut PD Petrogas, Pendaftaran Dibuka hingga 18 Mei 2026
Meski dikenal memiliki aroma menenangkan bagi manusia, tanaman ini memiliki bau yang cukup tajam bagi beberapa hewan.
Tanaman lain yang sering disebut adalah Allium sativum atau bawang putih.
Aromanya yang kuat dipercaya mampu mengganggu indera penciuman hewan tertentu, termasuk ular.
Kemudian, bunga Tagetes erecta juga kerap dijadikan pilihan.
Selain mempercantik halaman, tanaman ini dikenal mampu mengusir berbagai hama.
Baca Juga: Karir Politiknya Babak Belur, Begini Nasib Ade Armando Usai Dipolisikan dan Hengkang dari PSI
Ada pula Sansevieria trifasciata atau lidah mertua yang memiliki bentuk daun runcing dan tajam.
Tanaman ini dipercaya membuat area sekitar menjadi kurang nyaman untuk dilewati ular.
Meski demikian, penggunaan tanaman saja tidak cukup untuk mencegah ular masuk ke rumah, terutama saat banjir.
Ada beberapa langkah yang jauh lebih efektif untuk dilakukan.
Pertama, pastikan lingkungan sekitar rumah tetap bersih dan tidak rimbun.
Semak-semak, tumpukan kayu, atau barang bekas bisa menjadi tempat persembunyian ular.
Kedua, hindari keberadaan tikus di sekitar rumah.
Tikus merupakan salah satu sumber makanan utama ular, sehingga keberadaannya bisa mengundang predator tersebut.
Ketiga, tutup celah atau lubang di pagar, tembok, dan saluran air yang berpotensi menjadi jalur masuk ular.
Baca Juga: Bandit Sosial
Terakhir, jika menemukan ular di sekitar rumah, warga diimbau untuk tidak menanganinya sendiri.
Segera hubungi petugas berwenang seperti pemadam kebakaran atau BPBD untuk penanganan yang aman.
Dengan kombinasi antara penataan lingkungan dan pemanfaatan tanaman tertentu, risiko kemunculan ular di sekitar rumah dapat ditekan, terutama saat musim hujan dan banjir.***




