POJOKSATU.ID - Ramadan bukan hanya tentang ibadah dan kebersamaan, tetapi juga soal kenangan.
Salah satu momen yang selalu dirindukan saat bulan puasa adalah berburu jajanan pasar untuk takjil.
Aroma kue tradisional yang tersaji di meja menjelang magrib sering kali membangkitkan nostalgia masa kecil.
Baca Juga: Bukan Cuma Tarif, Ini ‘Paket Lengkap’ Deal RI–AS, Dari Sawit hingga Isu Data Digital
Menariknya, banyak jajanan pasar favorit masyarakat Indonesia dibuat dari bahan sederhana, yakni tepung beras.
Selain murah dan mudah didapat, tepung beras menghasilkan tekstur lembut, kenyal, dan khas yang sulit tergantikan.
Tak heran jika setiap Ramadan, aneka kue tradisional berbahan tepung beras selalu laris manis di pasar takjil.
Baca Juga: Data WNI Mengalir ke AS? Ini Fakta di Balik Deal Prabowo–Trump yang Bikin Heboh
Berikut 7 jajanan pasar dari tepung beras yang selalu jadi primadona saat bulan puasa.
1. Kue Lapis Beras
Kue lapis beras menjadi ikon jajanan pasar yang tak lekang oleh waktu.
Warna-warni lapisannya yang cantik membuatnya menarik perhatian, terutama anak-anak.
Baca Juga: VIRAL Penumpang Deg-degan Lihat Argo Taksi Premium Tembus Rp1,5 Juta
Teksturnya kenyal dan rasa manisnya pas, cocok disantap setelah seharian menahan lapar dan haus.
Selain untuk konsumsi keluarga, kue lapis juga sering dijadikan pilihan utama untuk dijual kembali karena mudah dibuat dalam jumlah banyak.
2. Nagasari Pisang
Dibungkus daun pisang dengan aroma khas yang harum, nagasari selalu memiliki tempat tersendiri di hati pecinta jajanan tradisional.
Perpaduan tepung beras, santan, gula, dan pisang menghasilkan cita rasa lembut dan legit.
Saat Ramadan, nagasari hampir selalu tersedia di setiap lapak takjil karena peminatnya konsisten setiap tahun.
3. Bubur Sumsum
Inilah salah satu takjil yang paling banyak dicari.
Baca Juga: Bukan Cuma Tarif, Ini ‘Paket Lengkap’ Deal RI–AS, Dari Sawit hingga Isu Data Digital
Bubur sumsum terkenal lembut, ringan, dan mudah dicerna, sehingga cocok untuk berbuka puasa.
Disajikan dengan kuah gula merah cair, rasanya manis gurih yang seimbang.
Banyak orang memilih bubur sumsum sebagai menu pembuka sebelum menyantap makanan berat.
4. Serabi Tradisional
Serabi berbahan tepung beras memiliki aroma santan yang khas.
Biasanya disajikan dengan kuah kinca gula merah atau taburan gula pasir.
Serabi mini lebih praktis dan banyak dijual di pasar Ramadan karena mudah dibawa dan tidak terlalu mengenyangkan.
5. Kue Talam
Kue talam memiliki dua lapisan berbeda rasa gurih dan manis.
Teksturnya lembut dan legit di setiap gigitan.
Baca Juga: Bule Ngamuk di Gili Trawangan saat Warga Tadarusan, Video Viral Picu Perdebatan
Tampilannya yang sederhana justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta kue tradisional.
6. Putu Ayu
Putu ayu identik dengan warna hijau pandan dan taburan kelapa parut di bagian atasnya.
Rasa manis dan gurihnya berpadu sempurna, menjadikannya salah satu jajanan pasar yang tidak pernah sepi pembeli saat Ramadan.
7. Apem Kukus
Apem berbahan tepung beras dikenal empuk dan sedikit berpori.
Baca Juga: Bule Ngamuk di Gili Trawangan saat Warga Tadarusan, Video Viral Picu Perdebatan
Rasanya manis ringan dengan aroma fermentasi yang khas.
Selain menjadi takjil, apem juga sering dikaitkan dengan tradisi dan budaya di berbagai daerah.
Mengapa Jajanan Pasar Tetap Digemari Saat Ramadan?
Ada beberapa alasan mengapa jajanan pasar dari tepung beras tetap menjadi favorit:
-
Harga terjangkau dan ramah di kantong.
-
Cita rasa tradisional yang akrab di lidah masyarakat.
-
Tekstur ringan dan tidak terlalu berat di perut.
-
Mudah ditemukan di berbagai daerah.
-
Menghadirkan nuansa nostalgia dan kebersamaan keluarga.
Di tengah maraknya dessert modern dan minuman kekinian, jajanan pasar tetap mampu bertahan karena memiliki nilai budaya dan kenangan emosional yang kuat.
Baca Juga: VIRAL Penumpang Deg-degan Lihat Argo Taksi Premium Tembus Rp1,5 Juta
Bagi generasi muda, berburu jajanan pasar saat Ramadan bahkan menjadi tren konten di media sosial.
Banyak kreator membagikan rekomendasi takjil tradisional yang unik dan menarik.***




