POJOKSATU.id — Bekerja di shift malam kerap menjadi tantangan tersendiri, terutama soal pola tidur.

Jam kerja yang berlawanan dengan ritme alami tubuh membuat banyak pekerja malam mengalami kelelahan, sulit tidur, hingga penurunan konsentrasi.

Meski begitu, pola tidur pekerja shift malam tetap bisa diatur agar tubuh tetap sehat dan produktivitas terjaga.

Baca Juga: Rata-rata Nilai SNBP Unimed 2026 Lengkap Semua Jurusan, Jenjang, dan Peluang Lolos

Kuncinya adalah konsistensi dan penyesuaian gaya hidup sehari-hari.

Langkah pertama yang penting dilakukan adalah menentukan jam tidur utama.

Bagi pekerja malam, tidur di pagi hingga siang hari harus dianggap sebagai tidur utama, bukan sekadar tidur pengganti.

Misalnya, setelah pulang kerja pukul 06.00, usahakan tidur pada jam yang sama setiap hari, seperti pukul 07.30 hingga 13.30.

Baca Juga: Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka Senin Depan 19 Januari, Ini Jadwal Lengkap dan Jenis Soalnya

Agar kualitas tidur tetap optimal, kondisi kamar perlu dibuat menyerupai suasana malam.

Gunakan tirai gelap, matikan lampu, dan minimalkan suara bising. Suhu kamar yang sejuk juga membantu tubuh lebih cepat terlelap.

Paparan cahaya terang setelah pulang kerja sebaiknya dihindari.

Baca Juga: Honorer Blitar Kalah Cepat dari Pegawai SPPG yang Diwacanakan Jadi PPPK

Cahaya matahari pagi dapat mengirim sinyal ke otak bahwa tubuh harus tetap terjaga.

Menggunakan kacamata hitam saat perjalanan pulang dan membatasi penggunaan ponsel sebelum tidur bisa membantu proses istirahat.

Konsumsi kafein juga perlu diatur dengan bijak.

Baca Juga: LOWONGAN KERJA Kedutaan Besar Prancis Posisi Sopir Kontrak Tetap, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Minuman berkafein memang membantu tetap terjaga saat bekerja, tetapi sebaiknya dihentikan enam jam sebelum waktu tidur.

Jika masih merasa haus, air putih menjadi pilihan terbaik.

Bila waktu tidur utama dirasa kurang, pekerja shift malam bisa menambahkan power nap selama 20–30 menit sebelum berangkat kerja.

Tidur singkat ini cukup membantu memulihkan energi tanpa mengganggu pola tidur utama.

Baca Juga: Peringatan Isra Mikraj, Menag: Kesalehan Ekologi adalah Manifestasi Iman

Selain itu, pola makan dan olahraga turut berperan penting. Makan besar sebaiknya dilakukan sebelum mulai shift malam, sementara olahraga ringan bisa dilakukan setelah bangun tidur.

Hindari olahraga berat menjelang waktu tidur karena dapat membuat tubuh kembali terjaga.

Dengan pola tidur yang teratur dan lingkungan istirahat yang mendukung, pekerja shift malam tetap bisa menjaga kesehatan fisik dan mental meski bekerja di jam yang tidak biasa.***