POJOKSATU.ID - Denpasar mungkin lebih dikenal sebagai jantung pariwisata Bali dengan deretan pantai indah dan destinasi kelas dunia.

Namun saat Ramadan tiba, wajah ibu kota Provinsi Bali ini berubah.

Menjelang waktu berbuka puasa, sejumlah titik di Denpasar mendadak ramai dipenuhi pedagang takjil dan warga yang berburu hidangan pembuka.

Baca Juga: DPR Masuk Masa Reses, Sahroni Efektif Kembali Jadi Pimpinan Komisi III Mulai 10 Maret 2026

Bagi umat Muslim yang tinggal di Bali, khususnya di Kota Denpasar, Ramadan menjadi momentum kebersamaan yang terasa hangat.

Salah satu tradisi yang paling dinanti adalah berburu takjil, makanan dan minuman ringan untuk berbuka puasa.

Menariknya, suasana berburu takjil di Denpasar memiliki nuansa berbeda.

Baca Juga: Rahasia Agar Tidak Cepat Lapar Saat Puasa Ramadhan Maka Hindari 5 Makanan Ini Saat Sahur!

Di tengah mayoritas penduduk Hindu, atmosfer Ramadan tetap terasa kuat, terutama di kawasan-kawasan yang menjadi pusat komunitas Muslim.


Kampung Jawa Denpasar, Pusat Takjil Paling Ramai

Salah satu lokasi paling populer untuk berburu takjil adalah Kampung Jawa di kawasan Wanasari, Denpasar Utara.

Daerah ini sudah lama dikenal sebagai sentra komunitas Muslim di Bali.

Setiap sore selama Ramadan, sepanjang jalan di Kampung Jawa dipenuhi pedagang yang menjajakan aneka takjil.

Baca Juga: Gubernur dan Om Zein Jemput 13 Wanita Asal Jabar Di NTT Diduga Korban Prostitusi, Ada Warga Purwakarta Yang Jadi Korbannya

Mulai dari kolak pisang, es buah, es campur, gorengan, pastel, risoles, hingga aneka kue basah tradisional.

Aroma gorengan yang baru diangkat dari penggorengan bercampur dengan manisnya kuah kolak menciptakan suasana khas Ramadan yang sulit dilupakan.

Warga mulai berdatangan sejak pukul 16.00 WITA, dan menjelang magrib suasana semakin padat.

Harga takjil di kawasan ini relatif terjangkau.

Baca Juga: Siap-Siap Cek Saldo! Ini Kriteria Guru yang TPG Februari Cair ke Rekening Minggu Depan!

Gorengan dijual mulai Rp1.000 hingga Rp2.000 per buah, sementara kolak dan es buah dibanderol mulai Rp5.000 per porsi. Tak heran jika kawasan ini selalu dipadati pembeli.


Jalan Ahmad Yani dan Sekitar Masjid Raya Baiturrahmah

Selain Kampung Jawa, kawasan Jalan Ahmad Yani dan sekitar Masjid Raya Baiturrahmah Denpasar juga menjadi titik favorit berburu takjil.

Masjid Raya Baiturrahmah yang terletak di Jalan Imam Bonjol menjadi salah satu pusat kegiatan Ramadan di Denpasar.

Baca Juga: Penyaluran Tunjangan Khusus Guru Januari 2026 Capai 100 Persen, Siap-Siap untuk Pencairan Februari

Menjelang berbuka, area sekitar masjid dipenuhi pedagang kaki lima yang menjual berbagai hidangan pembuka.

Mulai dari bubur sumsum, bubur kacang hijau, es daluman khas Bali, hingga jajanan modern seperti dessert box dan minuman kekinian turut meramaikan pasar takjil dadakan ini.

Kehadiran takjil modern menunjukkan bahwa tren kuliner Ramadan di Denpasar juga terus berkembang.

Baca Juga: Siap-Siap Cek Saldo! Ini Kriteria Guru yang TPG Februari Cair ke Rekening Minggu Depan!

Anak muda hingga wisatawan domestik terlihat ikut berburu menu berbuka yang unik dan menarik secara visual.


Perpaduan Takjil Nusantara dan Sentuhan Khas Bali

Yang membuat takjil di Denpasar menarik adalah perpaduan antara kuliner Nusantara dan sentuhan khas Bali.

Selain kolak dan gorengan yang umum ditemukan di berbagai kota di Indonesia, beberapa pedagang juga menawarkan jaje Bali seperti klepon Bali, laklak, dan pisang rai sebagai alternatif takjil.

Es daluman, minuman tradisional Bali berbahan dasar cincau hijau dengan santan dan gula merah, juga menjadi salah satu primadona saat Ramadan.

Minuman ini menyegarkan dan cocok untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa.

Baca Juga: Tunjangan Khusus TKG 26.798 Guru di Daerah Cair 100 Persen pada Bulan Lalu, Sudah Diterima?

Perpaduan budaya ini menjadi bukti bahwa toleransi dan keberagaman di Bali berjalan harmonis, termasuk dalam tradisi kuliner Ramadan.


Ramai Sejak Sore, Ludes Sebelum Magrib

Fenomena menarik lainnya adalah banyak pedagang yang mengaku dagangannya habis sebelum azan magrib berkumandang.

TerutamBaca Juga: Siap-Siap Cek Saldo! Ini Kriteria Guru yang TPG Februari Cair ke Rekening Minggu Depan!a untuk menu favorit seperti kolak pisang, gorengan hangat, dan es buah.

Baca Juga: Tunjangan Khusus TKG 26.798 Guru di Daerah Cair 100 Persen pada Bulan Lalu, Sudah Diterima?

Warga biasanya memilih membeli lebih awal untuk menghindari antrean panjang.

Beberapa pembeli bahkan datang bersama keluarga, menjadikan momen berburu takjil sebagai aktivitas rutin menjelang berbuka.

Tak hanya warga lokal, sejumlah wisatawan Muslim yang sedang berlibur di Bali juga memanfaatkan momen ini untuk mencari menu berbuka yang sesuai selera.


Takjil Murah dan Ramah di Kantong

Di tengah isu kenaikan harga bahan pokok di sejumlah daerah, harga takjil di Denpasar relatif stabil dan terjangkau.

Baca Juga: Siap-Siap Cek Saldo! Ini Kriteria Guru yang TPG Februari Cair ke Rekening Minggu Depan!

Banyak pedagang tetap mempertahankan harga agar tetap ramah bagi masyarakat.

Hal ini membuat tradisi berburu takjil tetap menjadi pilihan utama dibandingkan membeli makanan di restoran atau pusat perbelanjaan.

Bagi mahasiswa, pekerja, hingga keluarga, pasar takjil Ramadan di Denpasar menjadi solusi berbuka yang hemat sekaligus variatif.


Tips Berburu Takjil di Denpasar

Bagi Anda yang ingin berburu takjil di Denpasar, berikut beberapa tips:

  • Datang sebelum pukul 17.00 WITA untuk menghindari antrean panjang

Baca Juga: Tunjangan Khusus TKG 26.798 Guru di Daerah Cair 100 Persen pada Bulan Lalu, Sudah Diterima?

  • Siapkan uang tunai dalam pecahan kecil

  • Datang lebih awal jika ingin mendapatkan menu favorit

  • Tetap tertib dan menjaga kebersihan area sekitar

Ramadan di Denpasar menunjukkan bahwa tradisi berburu takjil tidak hanya menjadi aktivitas kuliner semata, tetapi juga momen kebersamaan dan toleransi.

Baca Juga: Penyaluran Tunjangan Khusus Guru Januari 2026 Capai 100 Persen, Siap-Siap untuk Pencairan Februari

Di tengah hiruk pikuk kota wisata, suasana sore menjelang magrib di Denpasar menghadirkan kehangatan yang berbeda.

Aroma kolak, deretan gorengan hangat, dan senyum pedagang menjadi bagian dari cerita Ramadan di Pulau Dewata.

Bagi Anda yang berada di Bali selama Ramadan, tak ada salahnya menyempatkan diri menjelajahi pasar takjil di Denpasar.

Selain mengenyangkan, pengalaman ini juga menghadirkan sisi lain Bali yang mungkin jarang terekspos.***